Search This Blog:

Select Language To Translate Articles Here:

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

2018-05-24

Belajar Mandarin Buat Kalimat Dengan Kata Suka 喜欢



Buat kalimat dengan kata suka 喜欢 :
Make sentences with Like:


我喜欢你
我喜歡你
W
ǒ xǐ huān nǐ
Bacanya:
Wo si huan ni
Saya suka kamu
I like you

我喜欢吃
我喜歡吃
W
ǒ xǐ huān chī
Bacanya:
Wo si huan che
Saya suka makan
I like eating

我喜欢看电影
我喜歡看電影
W
ǒ xǐ huān kàn diàn yíng
Bacanya:
Wo si huan khan tien ying
Saya suka nonton film (bioskop)
I like watching movie (in cinema)

我喜欢买东西
我喜歡買東西
W
ǒ xǐ huān mái dōng xī
Bacanya:Wo si huan mai tung si
Saya suka belanja
I like shopping

我喜欢走走
我喜歡走走
W
ǒ xǐ huān zóu zóu
Bacanya:Wo si huan cou cou
Saya suka jalan-jalan
I like  sightseeing

我喜欢看书
我喜歡看書
W
ǒ xǐ huān kàn shū
Bacanya:
Wo si huan khan shu
Saya suka membaca buku
I like reading books

我喜欢听歌
我喜歡聽歌
W
ǒ xǐ huān tīng gē
Bacanya:Wo si huan thing ke
Saya suka mendengarkan lagu
I like listening music

我喜欢睡觉
我喜歡睡覺
W
ǒ xǐ huān shùi jiào
Bacanya:Wo si huan sui ciao
Saya suka tidur
I like sleeping

我喜欢运动
我喜歡運動
W
ǒ xǐ huān yùn dòng
Bacanya:
Wo si huan yun tung
Saya suka olahraga
I like sports

我喜欢学习中文
我喜歡學習中文
W
ǒ xǐ huān xúe xí zhōng wén
Bacanya:Wo si huan sie si cung wen
Saya suka belajar mandarin
I like learning mandarin


Sumber Gambar: https://sogou.com


*********


Tanya Jawab Seputar Dunia Penerjemah

 

 
Tulisan-tulisan ini diambil, disarikan dan dikumpulkan dari pertanyaan-pertanyaan seputar dunia penerjemah, kiriman dari anggota dan pembaca di Facebook Fanpage dan di Facebook Group penulis. Semoga bermanfaat !


Diterbitkan oleh Laniwaty Roesli · 23 Mei pukul 22:20

Kali ini admin akan melemparkan sebuah pertanyaan ya. Silahkan diurun-rembug di sini ya. Berikan pendapat anda.Kasus ini sering dialami oleh seorang penerjemah lepas (freelance). 

Kasus 1:
 
Penerjemah mendapat order penerjemahan. Dateline pekerjaan sangat mepet sekali. Dengan kecepatan biasa tak mungkin pekerjaan ini bisa diselesaikan tepat waktu. Solusinya dia harus lembur dan bergadang setiap malam. Estimasi selesai dalam waktu 1 bulan. Tapi dia harus menyelesaikannya dengan bergadang setiap malam selama 1 bulan. Kliennya tidak mau negosiasi waktu & tidak mau tahu. Pokoknya 1 bulan harus selesai. Tarif yg ditawarkan klien cukup murah, beda jauh dengan tarif yang diminta oleh penerjemah. Masalahnya kalau order ini tidak penerjemah ambil, maka dia akan kehilangan pekerjaan ini. Karena klien tidak mau kompromi sama sekali.

Pertanyaannya:
 
Apa sikap dan tindakan anda sebagai penerjemah dalam menghadapi situasi seperti ini? Anda menerima atau menolak pekerjaan ini? Jawaban anda harus disertai dengan alasan ya. 

Thanks buat yang partisipasi.

Jawaban:

pendapat admin sendiri dalam kasus ini ialah :
Jika admin merasa proyek atau job ini masih cukup worth it untuk diterima, dalam arti proyek ini masih memberikan manfaat yang positif buat admin, maka admin akan menerimanya. Akan tetapi, kalau admin merasa proyek ini tidak cukup worth it, tidak bermanfaat atau tidak layak untuk diterima, yah lebih baik admin menolaknya. Jadi intinya, admin akan mempertimbangkan dulu baik buruknya, positif negatifnya lebih dahulu sebelum menerima sebuah proyek. 
 
 
 
 
 
Sumber Gambar: https://sogou.com




********









Tanya Jawab Seputar Mandarin

 

 
 
Tulisan-tulisan ini diambil, disarikan dan dikumpulkan dari pertanyaan-pertanyaan seputar bahasa mandarin kiriman dari pembaca di Facebook Fanpage penulis. Semoga bermanfaat !

Kiriman dari : Dirno
Pada tanggal : 11 Mei 2018 pukul 21:29

ni cai nali...
ni hen mang...
haise ni wang....
mohon bntuannya arti semua kata" itu apa ya


Kamu ada di mana.
Kamu sangat sibuk.

makasih banyak atas kbaikan anda

ok, sama-sama
Haise ni wang... (kata lanjutannya apa? Kalau cuma gini aja gak bisa diartikan

lanjutannya chi klo nda salah

Hai shi ni wang ji artinya: atau kamu lupa
 
 
 
 
 
 
Sumber Gambar: https://sogou.com
 
 
 
 
 
********










2018-05-15

Sebuah Renungan Bekerja Dengan Hati

 
Bicara bekerja dengan hati, kadang timbul perasaan dilematis di dalam hati. 

Kenapa?

Karena prinsip kerja yang satu ini masih populer tidak ya di zaman sekarang ini? Masih banyakkah orang yang menjunjung tinggi prinsip kerja ini? Masih banyakkah anak-anak muda yang menjalankan motto kerja ini? Zaman sudah semakin maju. Semua hal berubah dengan sangat cepatnya. Nilai-nilai kehidupan mulai banyak mengalami pergeseran. Pandangan-pandangan hidup lama sudah banyak ditinggalkan orang. Manusia-manusia  berlomba-lomba mengejar, menyesuaikan diri, menyelaraskan diri dengan perubahan-perubahan yang ada dan nilai-nilai zaman, agar tidak tersingkir dan terlempar dari arena pertarungan hidup. Sepertinya nilai-nilai moral, budaya, pandangan hidup telah berubah, bergeser, berganti mengikuti perkembangan zaman yang baru ini. Hal ini juga mempengaruhi nilai-nilai dan filosofi kerja di zaman sekarang. 

Ilustrasinya begini:

Kita ambil contoh soal pekerjaan misalnya. Kalau orang zaman dulu ditanya soal pekerjaan. Apa pandangan hidup mereka tentang pekerjaan? Mereka akan menjawab begini:

Saya akan berusaha bekerja dengan sebaik mungkin. Saya akan belajar keras agar saya bisa menjadi pekerja yang baik dan trampil. Saya akan merasa malu kalau saya tidak bisa bekerja dengan baik dan benar. Saya rajin mengumpulkan ilmu dan pengalaman, agar saya bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih baik untuk hidup saya. Ini contoh filosofi kerja seorang pekerja di zaman dahulu. 

Lalu bagaimana filosofi kerja seorang pengusaha di zaman dulu? Sama, mereka akan menjawab begini: 

Saya akan memilih pekerja yang paling baik  dan qualified sebagai pegawai saya. Semakin tinggi ketrampilan dan pengalamannya adalah semakin baik. Karena seorang pegawai yang berkualitas dengan pengalaman yang banyak merupakan investasi buat kemajuan perusahaan saya. Saya akan memberikan penawaran imbalan yang paling baik, bila saya berhasil mendapatkan orang yang tepat ini. Saya tidak akan merekrut orang yang tidak qualified, biarpun gaji mereka kecil. Karena pegawai seperti ini tidak akan memberi kemajuan apa-apa untuk perusahaan saya.

Ini adalah contoh nyata  filosofi bekerja menggunakan hati dan filosofi mengelola perusahaan dengan hati. 

Kalau kta bandingkan dengan nilai-nilai di zaman sekarang tentang masalah pekerjaan. Kita akan mendapatkan ilustrasi seperti ini:

Seorang pekerja di zaman sekarang, bila ditanya tentang pekerjaan, kebanyakan mereka akan menjawab begini:

Saya tidak mau bekerja yang pusing-pusing, yang susah-susah, yang ribet-ribet. Buat apa pusing-pusing, toh orang-orang sekarang juga begitu semua. Sekarang zaman modern. Kita harus bisa bekerja dengan pintar. Prinsipnya bekerja sedikit tapi yang gajinya gede. Bikin saja strategi,  kalau perlu main politik di kantor, pakai cara kotor juga tidak apa, yang penting posisi kita aman dan terjamin.

Lalu bagaimana filosofi para pengusaha di zaman sekarang? kebanyakan mereka akan menjawab begini:

Yang paling penting buat saya itu profit. Perusahaan saya mesti untung gede. Semua usaha dikerahkan hanya untuk mengejar profit. Semakin besar profit yang didapatkan semakin bagus buat saya. Saya tidak mau pusing-pusing memikirkan tentang investasi tentang pegawai saya. Saya tidak perduli tentang itu. Pegawai yang saya rekrut itu yang gajinya paling murah yang bisa saya dapatkan. Tidak apa-apa orangnya tidak begitu pintar dan ahli dalam bekerja. Yang penting dia mau dibayar murah dan saya bisa menghemat cost.

Ini adalah contoh nyata filosofi bekerja tidak pakai hati dan filosofi mengelola perusahaan tanpa hati.

Anda bisa bayangkan perbedaannya? Sangat bertolak-belakang bukan?

Saya tidak bilang bahwa semua orang, semua pekerja dan semua pengusaha di zaman sekarang seperti ini. Saya hanya bilang kebanyakan, bukan berarti semuanya seperti ini.

Jadi yang masih mau bekerja dengan hati itu, masih ada tidak di zaman sekarang?

Tentu saja masih ada! Dunia begini luas. Penduduk dunia begitu banyak. Masa tidak ada yang mau bekerja dengan hati? Jadi tenang saja.

Ini sekedar ilustrasi, kenapa di awal tulisan ini, saya bilang bicara tentang bekerja dengan hati merupakan masalah yang dilematis bagi saya.

Lalu apa hubungannya tulisan ini dengan profesi kita sebagai Penerjemah dan Guru?

Oh, kaitannya sangat erat.

Karena seorang penerjemah dan guru yang baik, adalah orang yang selalu bekerja dengan hati. Kalau dia tidak bisa melakukan hal ini, maka dia bukanlah penerjemah dan guru yang baik. 

Makanya, kalau memilih penerjemah dan guru itu hati-hati. Jangan sampai salah memilih. Pilihlah yang masih mau bekerja dengan hati. Karena hasil kerja mereka tidak akan sembarangan. 

Di dalam tulisan saya sebelumnya, saya pernah menulis, kalau mencari penerjemah atau guru, jangan memilih yang tarifnya murahan. Karena ini juga merupakan cerminan dari orang yang tidak bekerja dengan hati. Karena orang yang tidak menghargai  profesinya, dia akan sembarangan juga bekerja dan kebanyakan mereka akan menawarkan tarif yang murah meriah. Bagi mereka yang penting adalah mendapatkan job. Yang lain itu tidaklah penting.

Jadi tunjukkanlah profesionalisme kita sebagai penerjemah dan guru yang baik dan berkualitas. Bagi pengusaha juga, tunjukkanlah profesionalismenya sebagai pengusaha dengan tidak memberikan imbalan yang tidak sewajarnya buat para pekerja dan pemberi jasa anda. 

Walaupun nilai-nilai zaman sudah berubah, akan tetapi nilai-nilai moral, kebaikan dan kebajikan masih tetap relevan dan bekerja di zaman sekarang. Pada akhirnya, yang terbaiklah yang akan mendapatkan penghargaan, apresiasi, pengakuan dan penghormatan dari masyarakat atau khalayak ramai.

Akhir kata, walau nilai-nilai zaman sudah banyak berubah, tetaplah bekerja dengan hati. Karena itulah yang terbaik buat kita.


Sumber Foto: https://sogou.com
 
 
 
********

2018-05-14

Bagaimana Kita Tahu Usaha Kita Sudah Maksimal Dalam Belajar Mandarin

 
Ya, bagaimana kita tahu usaha kita sudah maksimal atau belum dalam belajar mandarin?

Di dalam tulisan penulis sebelumnya, penulis pernah menyinggung tentang cara belajar mandarin yang efektif itu memerlukan usaha yang keras dan konsisten agar bisa berhasil. Dengan kata lain, usaha yang kita lakukan haruslah kencang. Nah, bagaimana cara kita mengukur usaha kita sudah kencang atau belum?

Kencang itu maksudnya maksimal, keras, rajin, berdaya-upaya, gigih, berjuang, konsisten, tidak menyerah, ulet, mati-matian, dan usaha-usaha keras lainnya. 

Caranya mengukurnya mudah. Ilustrasinya begini:

Misalkan kalau kita minum air saat sedang haus. Kita sanggupnya minum berapa gelas sampai hausnya hilang dan kita berasa kenyang? Kalau kita minum segelas, tapi hausnya masih ada, berarti air yang kita minum masih kurang banyak. Lalu airnya kita tambah lagi, terus kita minum lagi segelas. Haus kita sudah hilang, tapi kita masih bisa minum lagi. Airnya kita tambah lagi segelas. Setelah diminum, kita mulai merasa cukup. Tapi kita masih bisa minum. Terus kita minum lagi segelas. Sehabis minum kita mulai merasa kenyang. Lalu kita tambah lagi segelas. Sehabis minum, kita mulai merasa mual karena perut kita sudah kembung air. Kita pun tidak bisa minum lagi, karena kalau dipaksakan, kita akan muntah. Jadi berapa gelas air yang sudah kita minum? 

5 gelas! Kita cuma sanggup minum 5 gelas maksimal. Sekarang kita ganti, air minum itu kita ubah menjadi bahan pelajaran. Aktivitas minum itu kita ubah menjadi aktivitas belajar. Rasa mual kita ganti menjadi rasa jenuh, bosan atau jemu. Sedangkan gelas kita ganti menjadi jam belajar. 

Lalu cara mengukurnya bagaimana?

Gampang. Tinggal kita analisa saja, berapa jam lamanya kita sanggup untuk belajar sampai kita merasa jenuh, bosan atau jemu! Andaikata 5 gelas air itu kita ibaratkan 5 jam pelajaran, maka itu berarti maksimal kita sanggup belajar 5 jam sehari.Tapi kalau kita cuma sanggup belajar 2 jam sudah merasa jenuh, itu berarti kemampuan belajar kita cuma 2 jam sehari. Kemampuan belajar setiap orang tidak sama. Jadi lamanya belajar setiap orang juga berbeda-beda. 

Ilustrasinya begini:

Kalau anda dalam 1 jam belum merasa jemu belajar, anda bisa tambahkan lagi 1 jam. Sudah belajar 2 jam belum merasa jemu, tambahkan lagi 1 jam. Masih belum jemu juga, tambahkan lagi 1 jam. Begitu seterusnya sampai anda merasa jemu baru berhenti. Setelah itu hitunglah berapa peak performance belajar anda. Ada 1 jam, 2 jam, 3 jam, 4 jam atau 5 jam? Jadi peak performance belajar atau lamanya waktu belajar anda bisa diukur dari berapa lama anda belajar sampai merasa jemu. Begitu merasa jemu, hitung lama anda belajar. Itulah batas peak performance anda. Jadi jangan heran jika ada yang peak performance-nya 5 jam. Ada yang 3 jam. Dan ada pula yang cuma 1 jam. Jadi peak performance belajar seseorang bergantung dari seberapa encer otaknya dalam belajar.

Jika anda maksimal sanggup belajar 5 jam sehari, itu berarti 5 jam itu adalah peak performance belajar anda. Jadi anda dibilang sudah melakukan usaha yang "kencang", apabila anda bisa konsisten belajar selama 5 jam sehari secara terus menerus. Tapi bila anda belajarnya tidak bisa konsisten, artinya tidak selalu bisa 5 jam sehari. Misalnya seperti ini: 

Hari pertama bisa belajar 5 jam.
Hari kedua cuma bisa belajar 3 jam.
Hari ketiga cuma dapat 2 jam.
Hari keempat mulai malas, belajarnya cuma 1 jam.
Hari kelima mulai bete, jadi tidak belajar sama sekali.

Nah, ini berarti usaha anda tidaklah kencang. Padahal anda sebenarnya sanggup belajar 5 jam sehari. Tapi anda tidak melakukannya. Anda tidak konsisten. Sebenarnya anda bisa melakukannya, tapi anda tidak mau melakukannya, karena malas atau menuruti perasaan hati yang bete. Padahal anda bisa minum 5 gelas air yang membuktikan, bahwa anda sebenarnya sanggup belajar 5 jam sehari. 

Kalau anda bisa belajar 5 jam sehari secara terus-menerus, berarti usaha anda sudah kencang. Kalau anda terus konsisten melakukannya, anda pasti bisa belajar bahasa mandarin sampai berhasil. 

Jadi anda mengerti sekarang, kenapa banyak orang yang tidak berhasil menguasai bahasa mandarin? 

Ya, karena usaha mereka tidak konsisten dan tidak kencang. Sehingga banyak yang gagal di tengah jalan. Bahkan ada juga yang gagal di awal-awal masa belajar. Jadi berhasil atau gagal sepenuhnya bergantung dari seberapa kencang seseorang itu belajar. Tidak ada alasan lain selain hal ini. Jadi kalau ditanya kenapa gagal, janganlah mencari-cari alasan, bilang ini dan itu, padahal penyebabnya atau sumber kegagalannya ada di dalam dirinya sendiri. 

Bagaimana kalau saat belajar, tiba-tiba kita diserang perasaan jemu, padahal sebenarnya kita masih kepingin belajar?

Tidak apa-apa. Saat anda merasa jemu, anda boleh berhenti sejenak. Coba refreshing sebentar, sampai rasa jemunya hilang. Setelah segar kembali, anda bisa lanjut kembali. 

Ilustrasinya begini:

Batas peak performance anda misalnya 2 jam sehari.
Akan tetapi saat anda selesai belajar 1 jam, tiba-tiba anda diserang rasa jemu. Anda bisa berhenti sejenak sampai rasa jemu tersebut hilang, baru anda belajar lagi. Pokoknya anda harus belajar 1 jam lagi di hari yang sama, supaya genap 2 jam sehari. Asal jangan 1 jamnya dilanjutkan di hari esoknya. Ini tidak kencang namanya. Tapi kalau anda tetap bisa 2 jam, walaupun ada jeda-jeda waktu karena jemu, asalkan tetap dilanjutkan pada hari yang sama dan bisa genap 2 jam perhari, itu masih bisa dikatakan kencang.

Rasa bete atau jemu itu pasti selalu ada selama proses belajar. Ini adalah hal yang wajar. Cara mengakalinya adalah kita bisa istirahat sejenak sampai rasa jemunya hilang, setelah itu baru lanjut kembali. Tidak apa-apa, usaha kita masih bisa dikatakan kencang. Jadi jangan khawatir. 

Demikianlah semoga tulisan ini bisa membantu siapa saja yang ingin belajar bahasa mandarin sampai berhasil. Jangan lupa praktekkan cara-cara yang penulis ajarkan dan cobalah analisa dan ukur kemampuan belajar anda masing-masing melalui cara yang penulis ajarkan di atas. Niscaya kemampuan berbahasa mandarin anda bisa bertambah maju.


Sumber Gambar: https://sogou.com



********







 

2018-05-10

Belajar Mandarin Dengan TV Play

Banyak cara untuk belajar Bahasa Mandarin. Bisa lewat buku, benda, alat peraga, mainan, kartu bergambar, gambar, tulisan, travelling, film, dsb. Tergantung orang yang belajar lebih suka pakai cara yang mana. Semua cara boleh dipakai, asal dapat memberikan manfaat. Bagi yang kuat menghafal, biasanya lebih suka belajar pakai buku. Yang lemah dalam hafalan, biasanya memakai sarana gambar, benda, mainan atau alat peraga. Yang tidak suka pusing, biasanya belajar sembari bepergian. Belajar juga bisa sembari nonton film. Selain menikmati hiburan, kita juga bisa belajar banyak. 

Kali ini Penulis mau membahas tentang belajar mandarin dengan metode nonton film, dalam hal ini TV Play atau serial TV. Bagaimana kita bisa mengambil manfaat dari menonton TV Play. Beruntunglah orang yang hobinya nonton, karena bisa sekaligus belajar tanpa harus merasa bete.  

Saat nonton TV Play, poin-poin apa yang harus kita perhatikan?

Banyak. Apa saja? Penulis ambil contoh TV Play mandarin produksi China.

Perhatikan saat para pemerannya bicara. Dengarkan kata-kata yang mereka ucapkan, sembari Anda amati subtitle terjemahan Indonesianya dan aksara mandarin yang muncul di atas atau di bawah subtitle. Dari sini Anda sudah bisa belajar mengartikan kata-kata mandarin sekaligus juga belajar menghafal aksara mandarin. 

Dari kata-kata yang mereka ucapkan, Anda jadi tahu, dalam situasi dan kondisi apa kata-kata tersebut digunakan. Banyak kata mandarin yang maknanya sama. Akan tetapi penggunaannya berbeda, bergantung dari sikonnya. Misalnya, kata  x  dan  y  punya makna yang sama. Kata  x  cocok dipakai dalam sikon  a  tapi ini tidak berarti kata  y  juga cocok dipakai dalam sikon  a . Untuk bisa memilih mana kata yang cocok dipakai untuk suatu sikon, kita harus belajar dari mana? Kadang-kadang di buku juga tidak ada penjelasannya. Di kamus pun tidak secara khusus ditulis. Jadi kita tahunya darimana? Tentu saja dari nonton film. Karena di film, ada interaksi para pemeran, ada teks, juga ada subtitle. Sehingga kita jadi tahu harus memilih kata apa yang paling tepat.

Di film, banyak terdapat kata ungkapan yang kadangkala tidak terdapat di dalam buku. Dari sini kita juga bisa menambah kosa kata. Buka kamus pun kadang juga tidak ada. Jadi ini juga tambahan ilmu buat kita. Cuma kita harus pandai-pandai memilih TV Play. Tidak semua TV Play diterjemahkan dengan baik. Ada yang subtitle Indonesianya jelek. Namanya juga TV Play bajakan. Tapi tidak tentu juga. Kadang subtitle-nya juga ada yang bagus. Jadi untung-untunganlah, syukur bisa dapat yang bagus. Tapi kalau mau belajar, harus pilih yang subtitle-nya bagus. Karena kalau terjemahannya jelek, bagaimana kita bisa belajar dengan baik?

Kita juga bisa belajar pelafalan yang benar dari film, karena bahasanya diucapkan oleh native speaker, di mana bahasa tersebut memang merupakan bahasa ibu dari mereka. Jadi sudah tentu lafal yang mereka ucapkan lebih pas dan benar. Hal ini lebih baik daripada kita belajar bahasa diajari oleh orang yang bukan berbahasa ibu dari bahasa tersebut. 

Kita juga bisa belajar membaca teks dari film tersebut. Hal ini juga bisa meningkatkan skill membaca kita. Kalau tadinya kita malas belajar membaca, karena harus membaca buku. Sekarang kita bisa belajar membaca menggunakan media visual. Bagi sebagian orang, hal ini dirasa lebih efektif. 

Kita juga lebih gampang menghafal teks lewat media visual daripada lewat media penerbitan. Mungkin karena unsur hiburannya lebih terasa, sehingga kita tidak cepat bete dan jadi lebih fokus. 

Kalau kita nonton TV Play klasik, kita juga bisa ikut belajar tentang budaya, tradisi, sejarah dan filsafat China. Seperti kita belajar Sastra Mandarin di bangku kuliah saja, cuma bedanya lewat media visual. Ini jauh lebih efektif menurut penulis. Kalau kita baca buku sejarah, banyakan kita tahunya lewat tulisan, tapi sebenarnya kita tidak tahu gambaran konkritnya seperti apa. Jadi kalau kita nonton, kita bisa mendapat gambaran yang sangat jelas. 

Di bawah ini penulis berikan rekomendasi judul-judul TV Play apa saja yang bisa dipakai untuk belajar mandarin beserta dengan genrenya masing-masing.

Drama Modern:
Ode to Joy Part 1, Ode to Joy Part 2, Perfect Wedding, Blind Date.
Ode To Joy 1
 
Drama Klasik:
Empresses in The Palace.
 
Empresses In The Palace

Sejarah:
Confusius, Legend of Su Dong Po.

Mitologi:
Journey to The West (versi Zhang Ji Zhong), 12 Zodiacs Legend.

Adaptasi Cersil:
Ode to Gallantry (versi 2016), The Magic Blade.


Pilihan lain masih banyak. Sementara yang ini dulu. Mau belajar pakai judul yang lain juga boleh. Yang penting bisa meningkatkan kemampuan kita. Yang jelas Penulis sangat menyarankan metode belajar lewat TV Play ini bagi yang sedang belajar mandarin. Semoga kebiasaan ini bisa meningkatkan ketrampilan Anda.



Sumber Foto: https://sogou.com



********

2018-04-11

Meluruskan Persepsi Keliru Yang Beredar di Masyarakat Tentang Penerjemah Tersumpah dan Penerjemah Non Tersumpah

 
Selama ini sering timbul persepsi keliru di masyarakat kita tentang kualitas dan lingkup kerja dari Penerjemah Tersumpah dan Penerjemah Non Tersumpah. Dengan tulisan ini Penulis ingin meluruskan persepsi keliru tersebut, agar jangan timbul judgement yang salah mengenai hal ini. 

Apa saja persepsi keliru tersebut? Baca uraian di bawah ini:

Hanya Penerjemah Tersumpah yang diakui dan bisa dipercayai untuk melakukan penerjemahan:
 
Jelas ini anggapan yang sangat keliru. Penerjemah Tersumpah adalah penerjemah yang sudah disumpah untuk melakukan penerjemahan dokumen legal yang membutuhkan legalisasi ke Kedutaan Asing, Kementerian Luar Negeri, Kantor Imigrasi, Depkumham (Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia) dengan persepsi, bahwa hasil terjemahannya bisa dipertanggungjawabkan legalitasnya atau telah sesuai dengan dokumen aslinya, yang dibuktikan dengan adanya stempel Penerjemah Tersumpah. Jadi stempelnya itu sebagai bukti legalitas dari dokumen yang dia terjemahkan. Legalitas di sini hanya berkenaan dengan dokumen legal yang membutuhkan LEGALISASI saja. Jadi kalau dokumen legal tersebut tidak membutuhkan legalisasi, jelas kita tidak perlu menggunakan jasa Penerjemah Tersumpah, karena para Penerjemah Non Tersumpah pun bisa melakukannya. Demikian juga dengan penerjemahan dokumen non-legal apa pun bisa dilakukan oleh Penerjemah Non Tersumpah. Jadi tidak perlu harus selalu mencari Penerjemah Tersumpah. Kecuali dokumen tersebut membutuhkan legalitas, baru kita mencari Penerjemah Tersumpah. 

Jelas perbedaannya? 

Penerjemah Tersumpah adalah Penerjemah yang paling pintar dan paling bagus:
 
Ini adalah anggapan yang keliru dan bodoh! Karena kepintaran seseorang dan bagus tidaknya seorang penerjemah bukan terletak pada stempel tersumpahnya itu, melainkan pada mutu hasil terjemahannya dan seberapa tinggi jam terbangnya. Banyak Penerjemah Tersumpah yang bukan lulusan sekolah hukum. Banyak juga Penerjemah Tersumpah yang jam terbangnya kalah dengan jam terbangnya para Penerjemah Non Tersumpah. Jam terbang para Penerjemah Non Tersumpah bisa lebih banyak, hal ini disebabkan karena wilayah penerjemahan mereka lebih luas dan lebih bervariasi, mengingat para Penerjemah Tersumpah lebih banyak mengerjakan terjemahan legal saja.

Jadi sudah lebih paham?

Mutu hasil penerjemahan dari Penerjemah Tersumpah selalu lebih baik:
 
Siapa bilang? Apa buktinya? Karena mereka punya stempel? 

Tidak ada jaminan bahwa mutu kerja mereka pasti lebih baik. Belum tentu pula kalau mutu para Penerjemah Non Tersumpah kalah dengan yang Tersumpah. 

Ada cerita sewaktu Penulis bekerja di sebuah Law Firm, penulis pernah diceritai oleh seorang pengacara di sana, bahwa pengacara di Law Firm itu pernah menerjemahkan ulang hasil terjemahan dari seorang Penerjemah Tersumpah yang disewa oleh Law Firm tersebut untuk menerjemahkan dokumen legal dari Klien Law Firm tersebut. Pekerjaan tersebut diserahkan kepada si Penerjemah Tersumpah karena Klien Law Firm tersebut membutuhkan stempel dari si Penerjemah Tersumpah untuk melegalisasi dokumen tersebut. Akan tetapi begitu hari H-nya tiba dan sewaktu hasil terjemahannya itu diserahkan kepada Law Firm tersebut, ternyata hasil terjemahannya dinilai jelek, sehingga Pengacara di kantor tersebut terpaksa harus mengoreksi dan menerjemahkan ulang hasilnya, agar tidak dikomplain sama Kliennya. Alhasih, akhirnya pekerjaan itu selesai. Lalu Law Firm itu meminjam stempel tersumpah milik si Penerjemah Tersumpah untuk dibubuhkan pada dokumen tersebut. 

Sewaktu penulis mendengar cerita ini, hampir-hampir penulis tidak percaya. Kok bisa ya, Penerjemah yang sudah mendapat titel Tersumpah dan memiliki Stempel kok mutu kerjanya bisa begitu rendah, sampai-sampai hasil kerjanya harus dikoreksi dan diterjemahkan ulang oleh pengacara di kantor Law Firm tersebut. Waktu itu penerjemahannya adalah dalam Bahasa Inggris. Dari sini saja sudah membuktikan, bahwa Bahasa Inggris seorang Lawyer masih lebih bagus daripada Bahasa Inggrisnya si Penerjemah Tersumpah.

Heran juga bagaimana dia bisa lulus ujian penerjemah tersumpah dan memperoleh stempelnya itu? Kalau tidak mendengar sendiri cerita ini, rasanya sulit untuk percaya. Tapi memang ini fakta. Jadi ya hati-hatilah dalam memilih Biro Penerjemah Tersumpah dan para Penerjemah Tersumpahnya itu, agar tidak mengalami kejadian seperti ini.

Sekali lagi Penulis tegaskan di sini bahwa mutu hasil terjemahan itu bergantung pada kepintaran dan jam terbang dari si penerjemah, bukan dari titel Tersumpah atau Non Tersumpah. Jadi janganlah kita menilai dan men-judge dari titelnya ini. Nanti kita yang rugi sendiri.

Kalau bukan dengan Penerjemah Tersumpah, hasilnya tidak syah:
 
Dari uraian-uraian dan contoh kasus di atas, masihkah kita tetap beranggapan seperti ini? Kalau Anda tetap ngotot dan berpendirian seperti ini, berarti Anda lah yang bodoh. Memang semua orang berhak untuk memilih jasa yang dia inginkan. Tapi tetap mempertahankan persepsi yang keliru, yang akan rugi adalah diri kita sendiri. 

Orang awam memang tidak memahami dunia penerjemah. Dan tidak gampang pula untuk menjelaskannya kepada orang awam. Kadangkala orang awam sulit untuk bisa mengerti. Kadang sudah dijelaskan, tapi masih tetap tidak  mengerti juga. Bahkan ada yang tidak mau mengerti. Perlu kesabaran yang tinggi untuk memberi pengertian kepada mereka. 

Tapi sekali waktu mungkin Anda memerlukan jasa dari para penerjemah. Sebelum Anda memutuskan pilihan, alangkah lebih baik bila Anda mencari info terlebih dahulu. Sembari Anda membetulkan persepsi Anda yang keliru selama ini. Niscaya Anda tidak akan rugi dalam menentukan pilihan.
 

Sumber Gambar: https://sogou.com



********



2018-04-10

Apakah Hanya Dengan Menguasai Bahasa Mandarin Saja Sudah Pasti Bisa Menjadi Guru Dan Penerjemah Mandarin Yang Baik?

 
 Jawaban atas pertanyaan ini adalah belum tentu!

Banyak persepsi keliru di masyarakat kita tentang hal ini. Dikiranya kalau seseorang bisa berbicara dan menulis Mandarin dengan lancar, otomatis orang itu juga bisa menjadi Guru dan Penerjemah Mandarin. Dikiranya kalau menjadi seorang Guru dan Penerjemah itu syaratnya hanya menguasai Bahasa Mandarin saja sudah cukup. Padahal kenyataannya tidaklah begitu. Karena untuk menjadi seorang Guru atau Penerjemah yang baik itu diperlukan karakter dan keahlian khusus, jadi tidak hanya sekedar menguasai mandarin saja sudah cukup. Nah, inilah yang tidak dipahami oleh kita. Lalu apa sajakah karakter dan keahlian khusus itu? Penjelasannya ada di bawah ini.

Guru Mandarin:

Di sini yang kita bahas adalah Skill dan karakter yang harus dimiliki oleh seorang Guru Mandarin yang baik. Kita tidak membicarakan Guru yang abal-abal. Karena yang abal-abal itu tidak memerlukan keahlian. Jadi Anda harus bisa membedakan hal ini. Lalu karakter dan skill apa sajakah itu?

Menguasai Bahasa Mandarin dengan baik dan lengkap dalam segala aspek:
 
Artinya dia harus menguasai ke-4 pilar Bahasa Mandarin dengan baik. Ke-4 pilar ini adalah: 
  • Bicara dan Mendengar.
  • Membaca dan Menulis.
  • Ejaan Pinyin dan Pelafalan.
  • Kosa Kata dan Tata Bahasa.  
Ke-4 pilar ini harus dia kuasai sepenuhnya. Bukan setengah-setengah, bukan cuma dua, melainkan keempat-empatnya sekaligus. Kalau dia cuma menguasai dua saja, berarti dia belum bisa dibilang menguasai. 

Memiliki dan menguasai teknik mengajar yang mumpuni:
 
Dia harus tahu mulai mengajar dari mana, apa yang harus diajarkan lebih dahulu, apa langkah-langkah yang harus diajarkan, latihan-latihan apa yang harus diberikan, bahan pelajaran apa yang harus dipersiapkan, cara mengajar bagaimana yang efektif agar pelajar cepat mengerti, pendekatan seperti apa yang harus dilakukan terhadap muridnya, bagaimana cara dia membantu muridnya agar bisa belajar dengan baik, dan lain-lain sebagainya.

Kemampuan mengendalikan kelas/pelajar: 
 
Tanpa adanya kemampuan ini, Si Guru akan gagal menyampaikan pelajaran. Pembelajaran tidak akan berjalan dengan baik dan lancar. Hasil pengajaran juga tidak akan efektif. Proses pengajaran akan berjalan sepihak dan kaku karena interaksi di antara Guru dan Murid tidak berjalan dengan lancar.  

Punya karakter dan integritas yang baik:
Seorang Guru tidak hanya seorang pengajar, melainkan juga seorang pendidik. Seorang Guru yang baik harus memiliki integritas, baru dia bisa memperoleh rasa hormat dan respek dari murid-muridnya. Murid-muridnya tidak akan bersikap dan bertingkah-laku sembarangan, kalau Gurunya berintegritas. Kalau muridnya saja tidak respek, bagaimana pelajaran yang disampaikan bisa diterima dengan baik?

Kemampuan menempatkan diri sebagai pendidik, pembimbing, mentor, coach dan Kakak:
 
Si Guru harus mampu menciptakan suasana belajar yang hangat, harmonis, fun, santai tapi serius, sehingga proses belajar bisa berlangsung dengan baik dan efektif. Untuk hal ini diperlukan pengalaman dan jam terbang yang tinggi. Guru juga perlu belajar bagaimana caranya agar dia bisa berfungsi sebagai pendidik, pembimbing, mentor, coach atau bahkan sebagai kakak. 

Bisa menyesuaikan diri dalam segala situasi dan kondisi:
 
Kondisi murid tidaklah sama satu sama lainnya. Si Guru harus mampu membaca ini. Kepandaian setiap murid tidaklah sama. Tidak semua murid yang diajar itu pintar. Guru harus bisa mengukur tingkat kepandaian muridnya, agar dia bisa menyesuaikan pelajarannya sedemikian rupa sehingga muridnya bisa menerimanya dengan baik. 

Sabar dan ikhlas mengajar dengan hati:
 
Guru yang baik mutlak memiliki poin ini. Dia harus sabar dalam mengajar. Dia akan menjelaskan dengan sabar setiap pertanyaan yang diajukan oleh muridnya. Dia akan mengulangi pelajaran dengan sabar sampai muridnya benar-benar mengerti, baru dia lanjut lagi. Dia harus bisa mengajar dengan hati. Kalau Guru memiliki poin ini, dia tidak akan mengajar sembarangan. 

Menghargai profesinya dan tidak akan melakukan perbuatan yang tercela:
 
Seorang Guru yang baik yang menghargai profesinya tidak akan pernah melakukan perbuatan yang tercela, yang mencoreng nama baik dan merusak reputasinya. Misalnya: menerima suap, jual beli soal-soal ujian, dsb.

Demikianlah Anda bisa lihat di sini, bahwa tidaklah gampang untuk menjadi seorang Guru yang baik. Jadi adalah tidak mungkin kalau hanya dengan menguasai Mandarin saja, sudah pasti bisa menjadi seorang Guru Mandarin. Mau coba?

Penerjemah Mandarin:

Sekali lagi yang kita bicarakan di sini bukan penerjemah abal-abal atau penerjemah yang murahan, melainkan penerjemah yang baik dan yang menghargai profesinya.
 
Karakter dan keahlian khusus yang diperlukan untuk bisa menjadi seorang penerjemah mandarin yang baik adalah:

Penguasaan Bahasa Mandarin yang mumpuni:
 
Hal ini tidak usah kita bahas lagi karena poin ini sama dengan poin pada Guru Mandarin di atas. 

Punya keahlian menulis, mengarang dan mengolah kata yang baik:
 
Ini adalah syarat mutlak yang harus dimiliki oleh seorang penerjemah mandarin tulisan. Keahlian ini memerlukan bakat. Jadi tidak semua orang bisa melakukannya. Hanya yang punya bakat sastra yang bisa melakukannya. 

Punya karakter senang belajar:
 
Ini pun tidak semua orang bisa melakukannya. Sebaliknya, justru orang sekarang kurang suka belajar. Penerjemah yang suka belajar akan lebih cepat maju ketimbang yang malas belajar.

Jadi jelas di sini bahwa adalah tidak gampang menjadi seorang Guru dan Penerjemah Mandarin. Butuh bakat, karakter dan keahlian khusus. Adalah persepsi yang keliru, kalau kita berasumsi bahwa untuk menjadi Guru dan Penerjemah Mandarin hanya dengan menguasai mandarin saja sudah cukup. Kalau tidak percaya, coba Anda tes sendiri. Kalau di rumah Anda punya Papa, Mama, Om, Tante, Engkong, Oma yang bisa Bahasa Mandarin, coba Anda minta mereka mengajar atau menerjemah satu kalimat saja. Bisa tidak coba? 


Fakta lain di masyarakat:
 
Banyak institusi pendidikan, perusahaan lokal dan perusahaan asing, kalau merekrut Guru dan Penerjemah, sangat jarang mereka mencantumkan kriteria seperti poin-poin di atas. Biasanya syarat yang mereka minta hanyalah menguasai Bahasa Mandarin lisan dan tulisan, ijasah HSK, Akta Mengajar dan pengalaman kerja. Malah ada yang mencari mahasiswa semester terakhir dan Fresh Graduate! 

Dengan kriteria seperti itu, apakah mereka bisa mendapatkan Guru dan Penerjemah yang bagus? Tentu saja tidak! Kebanyakan mereka tidak berhasil mendapatkannya. Kenapa? Karena untuk mendapatkan kualitas yang terbaik, kriterianya bukan itu sebenarnya! Mereka salah menentukan kriteria.

Ya, itulah fenomena yang ada di masyarakat kita sekarang. Keadaan ini terjadi disebabkan karena banyak orang yang tidak mengerti bagaimana cara untuk menemukan kandidat yang baik. Keadaan ini diperparah lagi dengan syarat  mau cari gaji yang paling murah. Hasilnya? Dalam setahun perusahaan-perusahaan tersebut bisa beriklan dengan lowongan yang sama sampai 3 kali! Tapi, mereka tetap tidak bisa menemukan kandidat yang tepat. Kenapa bisa begitu? Karena yang pandai tidaklah murah dan yang murah tidaklah pandai. 

Maaf, ini fakta bukan cerita bohong. Tidak percaya? Silahkan Anda amati sendiri di website Jobstreet dan Jobsdb, di sana Anda akan temui banyak perusahaan seperti itu, yang bolak-balik beriklan yang sama, tapi tidak bisa mendapatkan kandidat dengan kriteria yang mereka inginkan.

Yah, ini pengalaman Saya sebagai Guru dan Penerjemah Mandarin. Pengalaman ini Saya tulis untuk meluruskan persepsi yang keliru di masyarakat selama ini. Mudah-mudahan dengan sharing ini banyak pihak bisa ikut terbantu.


Sumber Gambar: https://sogou.com
 
 
********