Search This Blog:

Select Language To Translate Articles Here:

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Showing posts with label Tips Penerjemah. Show all posts
Showing posts with label Tips Penerjemah. Show all posts

2020-05-20

Bagaimana Agar Bisa Survive Sebagai Seorang Penerjemah

Salam sejahtera para rekan Penerjemah.

Kali ini aku ingin berceloteh sedikit tentang profesi seorang Penerjemah.

Bagi orang awam, profesi seorang Penerjemah itu kedengarannya cukup keren dan bergengsi, apalagi kalau mereka melihat materi yang akan diterjemahkan itu bersumber dari bidang ilmu tertentu yang di atas kertas tidaklah mudah untuk dialihbahasakan. Komentar yang keluar dari mulut orang-orang awam ini kalau bukan ungkapan terkejut, tentu merupakan ungkapan pujian.

Wah, hebat dong! Atau, 

Wah, susah dong kerjanya!

Kira-kira seperti itu komentarnya. 

Memang betul kerjanya tidak gampang. Menerjemahkan itu pekerjaan yang cukup sulit dan memeras otak. Kalau seorang Penerjemah tidak suka belajar, dia pasti akan kesulitan dalam menerjemahkan teks sumber yang berasal dari suatu bidang ilmu tertentu.

Jadi tidak semua orang bisa melakukan pekerjaan seperti ini. Apalagi tidak semua orang memiliki ketekunan, kesabaran dan semangat belajar yang tinggi. Itu sebabnya banyak yang kepingin menjadi Penerjemah, akan tetapi yang bisa bertahan dengan profesi ini tidak banyak jumlahnya. 

Dipandang dari segi tingkat kesulitan dari pekerjaan ini, memang Penerjemah adalah profesi yang keren, cukup bergengsi dan membanggakan. 

Akan tetapi di balik itu semua, kita harus menerima sebuah kenyataan, bahwa sampai dengan detik ini, profesi Penerjemah belum cukup mendapatkan penghargaan yang memadai dari masyarakat kita. Hal ini harus kita akui dan tak perlu disangkal kebenarannya. 

Walaupun dari pihak pemerintah, dalam hal ini Menteri Keuangan sudah mengeluarkan Peraturan Resmi tentang tarif penerjemahan yang cukup tinggi, yang bisa dijadikan  pedoman dan andalan bagi seorang Penerjemah Freelance dalam melakukan penerjemahan. Akan tetapi, sayangnya di dunia nyata, para Penerjemah sulit menerapkan dan memberlakukan tarif resmi sebesar ini, karena kenyataannya sulit mendapatkan klien yang rela membayar sebesar tarif ini apa pun alasannya.

Oleh karena itulah, para Penerjemah Freelance banyak yang terpaksa menurunkan dan menyesuaikan kembali tarif ini demi mendapatkan proyek penerjemahan. 

Kalau masyarakat kita saat ini belum bisa menghargai profesi Penerjemah dengan selayaknya dan masih tidak rela membayar tinggi ongkos Penerjemahan, maka adalah suatu hal yang mustahil bagi seorang Penerjemah bisa menetapkan tarif yang setinggi mungkin, walaupun Pemerintah sudah menaungi profesi ini dengan menetapkan acuan tarif yang terus meningkat  setiap tahunnya. 

Ini baru fakta yang terjadi di dunia Penerjemah Bebas atau dunia freelance. 

Bagaimana dengan dunia kerja saat ini?

Sama saja. Tidak banyak bos perusahaan yang menghargai dan rela menggaji tinggi Penerjemahnya. Kebanyakan Penerjemah tidak mendapatkan gaji yang Ia harapkan. Ini baru perusahaan lokal, belum lagi yang perusahaan asing, misalnya perusahaan dari China. Notabene gaji yang mereka berikan untuk karyawan Indonesia malah jauh lebih rendah. 

Memang ada Penerjemah yang mendapatkan gaji yang cukup tinggi, tapi biasanya Penerjemah ini tidak cuma menerjemah saja di kantor, tapi Ia juga harus mengerjakan pekerjaan yang lain. Kenyataannya yang bergaji lebih tinggi, jumlahnya juga jauh lebih sedikit. Fakta ini tak perlu ditutup-tutupi dan disangkal. Memang begitulah kenyataannya. Maka beruntunglah Anda-Anda yang puas dengan penghasilan yang Anda terima sekarang. Anda harus bersyukur, karena banyak dari rekan Anda yang tidak bisa menikmati hal ini. 

Tidak heran juga, jika banyak rekan Penerjemah yang mencari rejeki di dunia freelance Internasional. Tapi sayangnya dunia yang satu ini pun tidak ramah dan tidak mudah untuk dilakoni.

Walaupun mereka bisa memasang dan menerima tarif yang lebih tinggi daripada tarif yang didapatkan dari klien lokal, akan tetapi para Penerjemah Freelance Internasional ini harus menghadapi tantangan yang jauh lebih berat, yaitu scammer (Penipu) yang merajalela di dunia Penerjemah Internasional.

Scammer ini bisa Klien langsung, bisa juga adalah Agensi Internasional, baik kecil maupun besar, baik yang tidak terkenal maupun yang sudah punya nama. Kalau memang niat menipu, mereka tidak mempedulikan reputasi lagi. Yang penting bisa menerima hasil tanpa membayar. 

Mengapa Scammer gampang menipu para Penerjemahnya? Pertama, karena sistem mereka, setelah terima hasil penerjemahan baru membayar fee Penerjemahnya. Kedua, karena mereka jauh dari kita. Jadi kalau mereka tidak membayar, siapa yang tahu?

Mau menuntut? Bagaimana caranya? Percuma. Tidak mungkin bisa. 

Para Penerjemah Freelance, pernahkah Anda ditipu Scammer? 

Kalau Anda bilang tidak pernah. Itu berarti Anda cukup beruntung. Klien-klien Anda semuanya adalah orang-orang yang jujur, bukan oknum-oknum yang licik dan penuh dengan tipu muslihat. 

Kalau Anda mau bermain atau mencari nafkah di dunia ini, maka Anda harus membekali diri Anda dengan segudang metode agar Anda tidak sampai kena tipu oleh para Scammer itu.

Aku tidak akan membahas di sini tentang apa saja trik-trik yang dilakukan oleh para scammer itu, karena bukan ini yang mau kubahas di dalam tulisan ini. 

Aku cuma ingin menggambarkan di sini, bahwa dunia Penerjemah itu tidaklah sekeren yang dibayangkan oleh orang awam dan bukanlah profesi yang mudah untuk ditekuni jika Anda tidak siap. 

Aku saja sebagai contoh. Aku bukanlah Penerjemah murni yang bergelut hanya di bidang penerjemahan saja. Sampai sekarang aku masih bekerja di perusahaan. Profesi aku di perusahaan juga bukan murni seorang Penerjemah saja, masih ada pekerjaan lain yang harus kulakukan selain menerjemah. Aku melakukan double-role di kantor. Pekerjaan Freelance hanya kutekuni di waktu senggang saja, itu pun kalau masih ada waktu. Di sela-sela waktuku, kuhabiskan dengan mengajar bahasa asing, menulis, menjadi Blogger, dsb. Pokoknya tidak murni hanya sebagai Penerjemah. 

Setiap kali aku menulis di Blog aku, aku selalu menyarankan agar para Penerjemah selalu mau meluangkan waktunya untuk belajar. Belajar itu sangat berguna, karena bukan saja bisa meningkatkan skill penerjemahan kita, melainkan juga bisa menambah ilmu dan wawasan. Dengan bertambahnya ilmu dan wawasan, karir seorang Penerjemah bisa terbantu dan sudah barang tentu dengan meningkatnya skill atau keahlian, kesempatan untuk meningkatkan penghasilan juga terbuka lebih lebar. 

Boleh saja bagi yang ingin murni menjadi Penerjemah, karena suka, minat atau karena panggilan hidup. Akan tetapi tak ada salahnya kalau kita mau belajar lagi. Kalau rejeki kita bisa bertambah atau penghasilan kita meningkat, yang mendapat untung juga kita sendiri, iya kan? 

Profesi Penerjemah juga merupakan sebuah profesi yang terhormat. Bekerjalah dengan hati dan penuh cinta. Menerjemahlah dengan profesional dan penuh integritas. Jagalah nama baik dan bangunlah reputasi dengan baik. 

Jangan tergoda untuk membanting harga secara murah meriah demi mendapatkan proyek atau pekerjaan. Kalau Anda tidak bisa menghargai profesi Anda, maka siapa yang akan menghargai Anda dan profesi Anda? 

Tantangan sebagai Penerjemah semakin lama akan semakin banyak dan berat. Maka itu, kita sebagai seorang Penerjemah selain harus memiliki prinsip dalam bekerja, kita juga harus cekatan dalam berpikir dan bertindak. Memiliki prinsip bukan berarti kaku. Terlalu kaku atau keukeh juga tidak baik dan tidak menguntungkan, bahkan bisa berbalik mencelakakan diri sendiri. 

Dalam setiap kesulitan, temukan jalan dan alternatif lain. Aku malah menyarankan agar para Penerjemah untuk menambah skill-nya di bidang lain. Banyak bidang lain yang bisa digeluti di luar bidang penerjemahan. Bekali diri Anda dengan skill dan ilmu sebanyak mungkin selagi Anda masih muda dan masih berusia produktif. 

Akan tetapi belajar itu susah-susah gampang. Gampang kalau ada niat, sebaliknya akan susah jika tak termotivasi dengan benar. 

Jika suatu saat, pekerjaan seorang Penerjemah bisa dilakukan oleh Artificial Intelligent yang mampu menerjemahkan sama bagusnya dengan otak manusia, maka di saat itulah profesi Penerjemah tidak akan dibutuhkan lagi. 

Kapan waktunya? 

Mungkin 10 tahun lagi? 20 tahun lagi? Atau bahkan bisa lebih cepat? Bisa jadi! Siapa tahu? 

Jadi tantangan sebagai Penerjemah itu berat! Makanya Jika ingin survive, kita harus memiliki skill di bidang lain juga. Buat berjaga-jaga. 

Dunia berubah setiap saat. Nasib kita juga ikut berubah setiap waktu. Tidak mungkin kehidupan dan karir kita akan tetap sama tanpa ada perubahan sama sekali. 

Oleh karena itu, kita harus selalu siap menghadapi dan menerima tantangan itu. 

 

Sumber Foto: https://sogou.com

 

********

2018-11-07

Scammer Merajalela Di Dunia Penerjemahan Internasional

Aku sering membaca keluhan para penerjemah international soal scammer yang menjalankan aksinya di dunia penerjemahan internasional. 

Mereka ada yang berkedok penerjemah, berpura-pura menjadi agensi atau bahkan agensi penerjemah sungguhan yang menipu para penerjemahnya sendiri dalam hal pembayaran atau bahkan yang tidak membayar jasa penerjemahnya sama sekali.

Aku pikir scammer bisa terus beraksi adalah karena mereka punya kesempatan untuk menipu. 

Karena sistem pembayaran agensi luar negeri memang membayar setelah menerima hasil penerjemahan dari para penerjemahnya.
Kedua, mereka jauh dari kita. Masuk akal kalau timbul hasrat untuk menipu. Siapa yang tahu kalau mereka menipu? Yang tahu cuma agensi sama si penerjemah. 

Mau protes? Lapor polisi? Bagaimana caranya? Bingung kan?

Nah, makanya semakin hari penipuan semakin marak terjadi. Dan modusnya pun semakin lama semakin canggih.

Lalu kenapa masih banyak juga yang mau menerima pekerjaan penerjemahan dari luar negeri?

Yah, soalnya tarif penerjemahan dari luar negeri setidak-tidaknya masih lebih besar daripada tarif penerjemahan di dalam negeri. Maklumlah, masyarakat lokal kita masih belum begitu menghargai profesi penerjemah, sehingga tarif yang ditawarkannya pun belum sewajarnya.  

Jadi kalau tidak mencari job di luar negeri, bisa menganggur lama tidak mendapat penghasilan. Jadi serba salah kan?

Tetapi kalau menerima job dari luar negeri, resiko ditipu scammer amat besar.

Memang tidak semua job dari luar negeri itu scammer. Tidak ! Akan tetapi, kalau kamu lagi sial, kamu bisa kena! Jadi berharap saja kamu beruntung terus, bisa mendapat agensi yang baik. 

Sulit untuk bisa negosiasi dengan agensi di luar negeri. Kebanyakan si penerjemahnya yang pasrah, daripada job itu diserahkan kepada penerjemah yang lain !

Terus solusinya bagaimana?

Aku sendiri juga tidak tahu. 

Makanya aku tidak suka bekerja sama dengan agensi luar negeri. Lebih baik aku cari rejeki di dalam negeri saja, tidak usah serakah. Yang penting hati tenang dan aku bisa bekerja profesional dengan sistem dan caraku sendiri.

Selama ini klien-klien aku bisa menerima semua aturan yang aku buat, karena yang penting bagi mereka, hasil kerjaku yang paling utama. 

Itulah kelebihan kalau kita bekerja sendiri, bukan bekerja lewat perantaraan agensi.

Ada plus minuslah.

Tapi bagiku, plus-nya masih lebih banyak.

Yah, cuma sharing saja !



Sumber Gambar: https://sogou.com
 
 
 
********

2018-07-30

Penerjemah Profesi Yang Masih Disepelekan


Menjadi penerjemah itu tidak gampang. Menjadi penerjemah itu butuh bakat. Menjadi penerjemah itu butuh keahlian khusus yang tidak semua orang bisa miliki. Menjadi penerjemah itu tidak sekedar mengalihkan bahasa. Menjadi penerjemah itu butuh ketekunan. Menjadi penerjemah itu butuh kesabaran yang tinggi. Apalagi mau menjadi penerjemah yang baik dan profesional lebih susah lagi. Syaratnya lebih banyak dan lebih sulit. Menjadi penerjemah itu perlu belajar terus-menerus. Yang tidak suka belajar, jangan harap bisa menjadi penerjemah yang baik. Banyak yang mau coba belajar, akan tetapi di tengah jalan sudah bosan atau menyerah. Jadi memang jadi penerjemah itu susah.

Kesimpulannya adalah tidak semua orang bisa menjadi penerjemah, walaupun punya niat !

Belajar untuk menjadi penerjemah itu juga butuh effort yang tinggi. Berdasarkan pengalaman penulis selama menjadi penerjemah dokumen, penerjemah adalah satu-satunya profesi yang punya kesempatan untuk bisa mempelajari semua bidang ilmu secara luas. 

Menjadi penerjemah dokumen, membuka kesempatan kita untuk mempelajari semua bidang ilmu secara spesifik. Dokumen yang kita terjemahkan bersumber dari berbagai bidang ilmu. Ada bisnis, pertambangan, power plant, akuntansi, keuangan, medikal, agama, film, game, buku fiksi, perkapalan, dsb. Misalnya kalau kita sedang menerjemahkan dokumen bisnis, sekalian juga kita bisa belajar tentang bisnis dan istilahnya. Demikian juga misalnya kalau kita menerjemahkan dokumen pertambangan, kita juga sekalian bisa memahami seluk beluk tentang pertambangan dan istilahnya. 

Kesimpulannya, profesi penerjemah itu kaya akan ilmu, loh. Itu kalau profesi ini benar-benar ditekuni dengan serius.

Jadi menjadi penerjemah itu adalah sebuah kebanggaan. Makanya, sebagai penerjemah kita harus menghargai profesi kita. Profesi kita bukan profesi sembarangan yang bisa disepelekan begitu saja. Selayaknya kita menghormati dan menghargai profesi kita. Orang lain saja mau menjadi penerjemah juga belum tentu bisa. Masa kita yang sudah jadi penerjemah meremehkan profesi kita sendiri?

Ironisnya, di kalangan para penerjemah sendiri ada juga yang masih tidak merespek profesinya sendiri. Hal ini dibuktikan dengan sikapnya dan  tindakannya yang cenderung mencoreng reputasinya sendiri serta mencemarkan citra terhormat dari seorang penerjemah. 

Contohnya seperti apa?

Banyak ! 

Mengenakan tarif penerjemahan yang  super murah meriah demi menarik klien. Menerima job murah dengan mengejar target penerjemahan dengan bergadang setiap malam. Mengiyakan target waktu penerjemahan yang tidak wajar dan tidak manusiawi demi uang. Merayu klien dengan iming-iming waktu penyelesaian yang super cepat tapi dengan kualitas penerjemahan yang super buruk. Tidak perduli dengan kualitas penerjemahan, yang penting banyak klien. Membagi-bagikan pekerjaan kepada rekan penerjemah yang lain demi mengejar target, sehingga didapat hasil berupa satu dokumen lima otak!

Apa yang dimaksud dengan satu dokumen lima otak?

Ilustrasinya begini:

Karena waktu yang mepet, pekerjaan itu dibagikan kepada 5 orang penerjemah untuk mengerjakannya. 5 orang mengerjakan 1 dokumen. 5 orang berarti 5 otak. 5 orang penerjemah dengan otak dan tingkat keahlian yang berbeda-beda, dengan integritas yang berbeda pula, mengerjakan 1 dokumen yang sama. Jadi kalau ada 1 orang yang pintar, 1 orang yang lumayan pintar dan 2 orang yang bodoh. Anda bisa bayangkan, hasil terjemahan seperti apa yang bisa diperoleh? 5 orang penerjemah dengan 5 istilah yang berbeda untuk 1 kata. Padahal katanya cuma satu, tapi istilahnya bisa ada 5. Karena dokumen itu dikerjakan oleh 5 orang ! Mana mungkin sama istilahnya!

Kalau anda menjadi klien dari penerjemah itu, bingung tidak anda membaca hasil terjemahan dari dokumen anda? Pasti anda bingung. Sekali baca saja, sudah ketahuan pekerjaan itu dikerjakan secara keroyokan. Karena target yang mepet, hasil terjemahan itu tidak ada editing lagi. Seharusnya mesti disunting dulu, kalau mau baik hasilnya. Tapi karena waktunya mepet, bagaimana mau disunting? Lagipula siapa yang mau menyunting? Tidak ada! 5 orang penerjemah itu hanya bertanggungjawab atas hasil penerjemahannya masing-masing. Siapa yang perduli hasil terjemahan orang lain?

Kalau hasil terjemahannya seperti itu, apakah klien itu masih mau memberi pekerjaan lagi? 

Jelas tidak! 

Bagaimana dengan reputasi para penerjemah itu? 

Jelas, di mata klien buruk image-nya!

Akan tetapi para penerjemah itu tidak perduli, karena bagi mereka yang penting mereka bisa mendapat job dan uang. Lain-lainnya itu tidak penting! 

Inilah yang penulis maksud dengan satu dokumen lima otak. Paham?

Sikap dan tindakan seperti inilah yang akan mencoreng citra terhormat dari seorang penerjemah. Seorang penerjemah yang baik dan profesional tidak akan melakukan hal seperti ini. Yang mau berbuat seperti ini adalah penerjemah yang tidak menghargai profesinya. Istilahnya penerjemah abal-abal. 

Sayang sekali, di dunia ini banyak penerjemah abal-abal yang seperti ini !

Inilah salah satu sebab kenapa sampai sekarang profesi penerjemah masih banyak disepelekan orang. Jangankan orang awam, si penerjemah sendiri meremehkan profesinya sendiri. Jadi bagaimana orang lain bisa menghargai anda, kalau anda sendiri tidak menghormati dan menghargai profesi anda!

Sebab lain masih banyak, kenapa profesi penerjemah masih belum dihargai dengan selayaknya. Selain kelakuan para penerjemah abal-abal yang merusak citra penerjemah, di masyarakat kita sendiri juga masih banyak yang menganggap, bahwa profesi penerjemah itu kerjanya hanya sekedar mengalihkan kata-kata saja. Jadi di mata mereka, menerjemah itu bukanlah pekerjaan yang sulit-sulit amat. Bahkan anggapan mereka, di google translate saja juga bisa kok. Yah, itu anggapan masyarakat awam yang kurang mengerti tentang seluk-beluk pekerjaan penerjemah. 

Padahal pekerjaan penerjemah itu sebenarnya bukanlah sekedar mengalihkan arti dari kata-kata saja, melainkan yang tepat sebenarnya adalah menerjemahkan dan menyampaikan arti, maksud dan isi dari sebuah dokumen dengan mengalihkannya ke dalam bahasa yang lain secara benar dan tepat, agar si pembaca bisa memahami apa isi dari dokumen yang diterjemahkan itu. Jadi bukan sekedar mengalihkan arti dari kata-kata saja. 

Jadi inilah tugas dan fungsi dari seorang penerjemah. Dia harus bisa menyampaikan maksud dan isi dari dokumen itu secara tepat dan akurat lewat hasil penerjemahannya itu. Kalau dia tidak bisa menerjemahkannya secara akurat dan tepat, maka dia bukanlah seorang penerjemah yang baik.

Jadi sulit tidak menjadi seorang penerjemah yang baik?

Sulit !

Yang bilang itu gampang, pasti dia penerjemah abal-abal. Karena penerjemah abal-abal itu bekerja tidak pakai riset. Mereka tidak mau bersusah payah menghabiskan waktu mereka untuk riset mencari mana istilah-istilah yang tepat untuk pekerjaannya. Karena untuk melakukan itu, perlu waktu yang tidak sedikit. Kalau pekerjaannya lama, mereka takut ditolak oleh klien dan takut tidak mendapat uang. Jadi ujung-ujungnya uang lagi...uang lagi....! 

Sampai sekarang persepsi masyarakat kita masih banyak yang seperti ini. Jadi biar ada daya upaya untuk mengangkat harkat dan martabat penerjemah, akan tetapi hasilnya masih belum terasa dan tampak.

Sedih juga melihat kondisi seperti ini. Tapi yah apa boleh buat, memang keadaannya seperti ini sekarang. 

Yang bisa penulis lakukan hanyalah berusaha bekerja dengan sebaik mungkin, berusaha menjaga reputasi dan nama baik, berusaha meyakinkan perusahaan bahwa dengan target waktu dan tarif yang wajar, mereka bisa mendapatkan hasil penerjemahan yang baik dan berkualitas. Penulis berusaha menunjukkan dan membuktikan bahwa profesi penerjemah adalah profesi yang layak untuk dihormati, dihargai dan tidak boleh disepelekan begitu saja. Hanya ini yang bisa penulis lakukan.

Penulis hanya bisa menghimbau kepada semua rekan penerjemah. Bekerjalah dengan integritas dan tunjukkanlah kepada klien dan perusahaan, bahwa kita bukanlah penerjemah yang boleh disepelekan. Hanya dengan cara ini, mungkin suatu saat profesi penerjemah bisa naik ke tingkat yang lebih terhormat. Bisa dihargai dengan selayaknya seperti misalnya, profesi dokter, pengacara, konsultan, geologist, pilot pesawat, CFO, CEO dan profesi-profesi lainnya yang lebih dihargai di masyarakat. 

Dengan fenomena seperti ini,  wajar saja sekarang banyak juga penerjemah yang punya profesi lain. Misalnya, bekerja di perusahaan sembari menyambi sebagai penerjemah. Menurut penulis, hal ini sah-sah saja. Penulis sendiri mendukung upaya seperti ini. Kenapa tidak? Selagi profesi penerjemah belum mendapatkan tempat yang layak di masyarakat, kenapa tidak mencoba profesi  yang lain, kalau mampu?  

Banyak yang bisa dilakukan oleh penerjemah. Selain bisa bekerja di perusahaan, penerjemah juga bisa mengajar, mendirikan sekolah atau kursus, menulis buku sesuai dengan keahliannya, menjadi dosen, bahkan menjadi pengusaha kecil-kecilan. Apa pun bisa dicoba dan digeluti asalkan positif. Akan tetapi, ingatlah tetap menjadi penerjemah yang baik, profesional dan berintegritas !

Penulis percaya, di masyarakat kita masih banyak penerjemah-penerjemah yang baik dan berintegritas. Penulis juga yakin, bahwa suatu saat fenomena ini bisa berubah. Karena zaman juga terus-menerus berubah. Penulis percaya, walau bagaimana pun, yang akan tetap dipakai terus adalah orang yang senantiasa menjunjung integritas dalam bekerja.

Selamat berjuang para penerjemah !



Sumber Gambar: https://sogou.com
 
 
 
********

2018-07-26

Mengapa Seorang Penerjemah Profesional Harus Belajar Terus-menerus

 
Kedengarannya aneh! Kok sudah jadi penerjemah profesional, masih harus belajar terus-menerus? Memangnya masih kurang ahli sampai perlu belajar lagi? Belajar sampai kapan baru bisa selesai? Tidak lelah belajar terus?

Anda, para penerjemah tentu pernah ditanya sama orang awam pertanyaan-pertanyaan di atas. Terus bagaimana kalian menjawab dan menyikapinya? 

Bingung mau jawab apa? Risih ditanya seperti itu? Atau merasa terintimidasi oleh pertanyaan-pertanyaan tersebut, lalu merasa malu dan akhirnya jadi berhenti belajar? 

Semoga tidak terjadi hal seperti itu! Jangan sampai deh !

Para penerjemah, jangan sampai anda terintimidasi dengan pertanyaan-pertanyaan di atas. Seorang penerjemah yang mau menjadi profesional justru perlu untuk terus-menerus belajar. 

Kenapa?

Kalau anda mau menjadi penerjemah profesional, anda harus belajar menerjemahkan semua bidang ilmu sebanyak mungkin. Karena anda  menerjemahkan semua bidang, untuk itulah anda perlu belajar terus.

Kalau anda merasa tidak perlu belajar lagi, maka keahlian anda akan mandek sampai di situ saja.  Apalagi kalau anda jarang menerjemah, lama-lama anda bisa lupa banyak kosa kata. Bahkan yang gampang pun, anda bisa tidak ingat lagi. Makanya, anda harus belajar terus agar ilmu anda tidak hilang.

Para penerjemah mandarin, anda tentu tahu, betapa cepat lupanya kita, kalau kita sudah lama tidak menerjemah. Belajar mandarin itu tidak gampang, jadi lupanya juga cepat, kalau jarang dipakai.

Menjadi penerjemah adalah cara keren agar bahasa mandarin kita tidak lenyap. Inilah keuntungannya kalau kita menjadi penerjemah. Jadi jangan sia-siakan ilmu kita, hanya karena malu dikatai orang belajar terus-menerus. Cuekin saja orang-orang itu, karena mereka itu orang awam yang tidak mengerti keadaan kita. 

Jadi kesimpulan dari uraian di atas adalah kita perlu belajar terus adalah demi mempertahankan profesionalitas dari profesi kita.

Lalu apa lagi manfaat yang lain dari belajar terus-menerus?

Misalkan anda seorang penerjemah buku. Suatu hari anda disuruh menerjemahkan dokumen kedokteran. Karena anda merasa anda hanyalah seorang penerjemah buku fiksi, anda lalu menolak pekerjaan tersebut, karena anda merasa itu bukan bidang penerjemahan anda. 

Ada biro penerjemahan yang testimoni begini, seorang penerjemah harus menerjemahkan sesuai dengan bidang yang dia kuasai atau menerjemahkan sesuai dengan latar belakang keilmuannya. Seorang penerjemah tidak bisa menerjemahkan bidang lain diluar keahliannya. Bidang yang tidak dikuasainya, jangan diterima, karena nanti hasil terjemahannya bisa tidak oke. 

Sekilas pendapat di atas kedengarannya benar dan masuk akal. Tapi apakah asumsi seperti ini benar adanya?

Tidak! Asumsi ini salah!

Justru seorang penerjemah yang mau menjadi profesional harus berani menerima bidang penerjemahan yang lain, kalau anda mau maju !

Tapi, bagaimana? Aku kan belum pernah menerjemahkan bidang kedokteran? Aku juga tidak tahu banyak istilah kedokteran. Nanti hasil terjemahanku jelek. 

Para penerjemah, jangan kalian takut. 

Sekarang kan sudah jaman internet. Segala macam info, pengetahuan, berita, ilmu bisa kita dapatkan dengan bantuan internet. Syaratnya hanyalah adanya kemauan untuk mencari saja. Asal ada kemauan untuk mencari, anda bisa menemukan banyak sekali istilah dari bidang ilmu yang anda terjemahkan. Memang usaha ini perlu waktu dan tenaga yang tidak sedikit. Akan tetapi, percayalah kalau anda tekun dan gigih mencari, anda akan menemukan apa yang anda butuhkan. 

Banyak situs-situs dari luar negeri yang bisa kita temukan di internet berkaitan dengan istilah-istilah penerjemahan bidang ilmu tertentu. Bahkan semua bidang ilmu bisa kita temukan di internet istilahnya. Yang diperlukan di sini adalah kejelian kita untuk bisa memilah-milah mana istilah yang tepat mana yang tidak. Kalau anda sudah punya jam terbang yang banyak, anda pasti bisa memilih dan menentukan mana istilah yang paling tepat. 

Kesimpulan dari uraian di atas adalah dengan kita mau belajar terus-menerus, kita bisa menemukan istilah-istilah dari semua bidang ilmu yang kita terjemahkan. Keren bukan? 

Dan kalau anda konsisten melakukan hal seperti ini, dalam beberapa tahun saja, anda sudah bisa menjadi penerjemah dokumen yang handal di segala bidang ilmu yang anda terjemahkan. Worth it, bukan?

Jadi, janganlah anda malu, kalau orang awam mengejek anda, seorang penerjemah yang masih terus belajar !  

Sebaliknya, anda harus bangga, bahwa dengan belajar terus-menerus, bidang apa pun bisa anda terjemahkan. 

Manfaat lainnya yang bisa anda peroleh kalau anda belajar terus-menerus adalah terbukanya kesempatan anda untuk mendapatkan karir atau pekerjaan yang lebih baik. 

Anda seorang penerjemah yang handal. Semua bidang bisa anda terjemahkan dengan baik. Siapa tahu anda ditawari pekerjaan sebagai penerjemah di berbagai perusahaan dengan berbagai jenis usaha. Tidak tertutup kemungkinan anda bisa ditawari pekerjaan bukan sebagai penerjemah, melainkan pekerjaan lain yang memakai bahasa mandarin dalam aktivitas pekerjaan sehari-hari. 

Ilustrasinya begini:

Kalau anda masih tetap menjadi seorang penerjemah buku yang tidak mau belajar lagi dan yang takut untuk mencoba bidang lain, paling banter anda hanya bisa bekerja sama dengan para penerbit buku, karena hanya mereka yang mau memakai jasa anda. Karena pengalaman anda hanyalah menjadi penerjemah buku fiksi. Paham tidak?

Jadi kesimpulan dari uraian di atas adalah belajar itu tidak rugi bagi kita, karena dengan belajar, karir kita bisa terbuka lebih luas, bahkan karir kita bisa berubah loh. Jadi ini juga kesempatan untuk mendapatkan penghidupan yang lebih layak. Ayo bagi yang ingin merubah nasib, tekun-tekunlah belajar yah !

Oke, apa lagi manfaat dari belajar terus-menerus?

Dengan belajar, anda itu menabung ilmu sebenarnya. Anda bahkan bisa membagikan ilmu anda kepada orang-orang yang baru belajar. Anda bisa pula memulai profesi baru menjadi seorang guru. Anda bisa membagikan ilmu anda kepada siapa saja. Bahkan, kalau anda bisa menulis, anda bisa membuat buku, bila anda ingin berbagi ilmu secara lebih luas. 

Kesimpulannya, anda seorang penerjemah profesional yang sekaligus juga guru dan penulis buku. Berbagi ilmu itu juga penting loh. Karena ciri orang yang sukses itu salah satunya adalah bisa membagikan ilmunya kepada orang banyak. Wow, keren ya!

Ternyata, banyak ya manfaat dari belajar terus-menerus. Makanya, jangan malas untuk terus belajar. Karena semua ini sangatlah worth it bagi kita sebagai seorang penerjemah yang ingin menjadi profesional. 

Selamat belajar, para penerjemah !
 
 
 
Sumber Gambar: https://sogou.com
 
 
********