Search This Blog:

Select Language To Translate Articles Here:

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

2018-05-29

Tidak Rugi Belajar Mandarin

 
 
Penulis teringat pada masa orde baru, betapa sulitnya kalau mau belajar bahasa mandarin. Tidak ada sekolah, kursus dan perguruan tinggi yang boleh mengajarkan bahasa mandarin pada waktu itu. Jadi kalau mau belajar, paling-paling belajarnya diam-diam dengan cara belajar privat di rumah. Itu pun dulu guru yang mengajar juga cuma bisa mengajar mandarin dengan ejaan tradisional yang konon kabarnya lebih sulit dipelajari. Cara mengajarnya pun tidak memakai sistem. Pokoknya dari sananya sudah begini atau pokoknya kalau begini ya begini, kalau begitu ya begitu. Karena dulu si guru juga diajari oleh gurunya begitu. Makanya kalau begitu ya begitu. Biasanya cara mengajarnya seperti itu. Kalau ditanya kenapa begitu, mereka juga tidak bisa menjelaskan. 

Kalau zaman sekarang, belajar mandarinnya tidak seperti begitu lagi. Ejaannya sudah memakai ejaan sederhana yang lebih mudah dipelajari. Cara mengajarnya sudah memakai sistem. Selalu ada penjelasan kenapa harus begini kenapa harus begitu. Sekarang juga sudah banyak sekolah, tempat kursus, perguruan tinggi yang mengajarkan bahasa mandarin sebagai kurikulum tetapnya. Jadi anak-anak zaman sekarang kecil-kecil sudah diajari bahasa mandarin di sekolahnya. 

Kenapa bisa begitu?

Ya, karena sekarang bukan zaman orde baru lagi. Hubungan diplomatik Indonesia dengan negara Tiongkok sudah pulih kembali. Jadi sekarang kita bisa bebas belajar mandarin di sekolah. Enak bukan menjadi anak-anak zaman sekarang? 

Ya, karena sekarang sudah zaman globalisasi. Era informasi dan teknologi. Bahasa pun mengalami perkembangan di dunia. Karena sekarang negara China sudah menjadi salah satu negara yang paling maju di dunia, otomatis bahasa China pun menjelma menjadi salah satu bahasa yang paling penting di dunia. 

Ya, karena ekonomi dunia juga berkembang sedemikian pesatnya dan Indonesia juga menjadi negara yang menjadi sasaran investasi dari negara-negara maju tersebut.  Dari negara China saja, bisa dikatakan yang paling tinggi investasinya di Indonesia. Terbukti dari seberapa banyak perusahaan-perusahaan China yang menjadi PMA di Indonesia. 

Ya, karena pengaruh budaya, seni, tradisi, agama, kepercayaan dan adat istiadat dari bangsa Tionghoa yang masuk dan berakar di Indonesia sejak lama turut memicu timbulnya kebutuhan untuk mempelajari bahasanya. 

Jadi sekarang tidak usah pusing-pusing lagi kalau mau belajar mandarin. Banyak pilihan tempat belajar mandarin, seperti sekolah, kursus, bimbingan belajar, les privat atau bisa juga kalau mau belajar sendiri.

Sistem belajar juga banyak pilihan, mau yang tatap muka langsung, kursus tertulis, belajar online di blog atau lewat video di internet. Tentunya dengan segala kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Setiap pilihan ada plus minusnya, bergantung kebutuhan kita mau belajarnya bagaimana.

Jadi itu alasannya, kenapa sekarang banyak sekolah dan institusi berbahasa mandarin. Singkatnya, karena sekarang banyak orang yang ingin bisa berbahasa mandarin. Banyak yang kepingin belajar bahasa mandarin.

Akan tetapi belajar mandarin itu tidaklah gampang. Betul ! 

Makanya, di dalam tips-tips belajar mandarin yang penulis buat, penulis selalu menekankan tentang cara belajar yang kencang itu. Penulis selalu mewanti-wanti, bahwa kalau mau berhasil belajar mandarin, usahanya harus kencang.

Jadi sebenarnya perlu tidak belajar bahasa mandarin?

Perlu dong !

Kalau tidak perlu, buat apa banyak-banyak sekolah dan tempat belajar mandarin didirikan? 

Jadi sebenarnya penting tidak belajar mandarin?

Penting! Sangat penting!

Kalau anda pintar bahasa mandarin, anda akan memiliki peluang dan pilihan pekerjaan dan karir yang lebih luas dan variatif. Baik bekerja di perusahaan lokal maupun PMA, mereka sama-sama mensyaratkan harus bisa bahasa mandarin. 

Kalau anda pintar bahasa mandarin, anda bisa membuka usaha anda sendiri di bidang jasa, seperti sekolah, tempat kursus, jasa les privat, jasa penerjemahan buat bekal di hari tua, bilamana anda sudah tidak bekerja lagi di perusahaan orang. Intinya anda punya pilihan yang bagus untuk berwiraswasta.

Kalau anda pintar bahasa mandarin, anda memiliki banyak kemampuan yang tidak dimiliki oleh orang lain. Misalnya apa? Banyak! Misalnya, kemampuan berkomunikasi dengan orang asing (orang China asli), kemampuan membaca koran dan majalah berbahasa mandarin, kemampuan untuk menonton film berbahasa mandarin, kemampuan untuk memahami budaya orang China, kemampuan berbisnis dengan orang China, dan lain sebagainya.

Tapi belajar mandarin itu susah!

Biar pun susah, tapi yang berhasil mempelajarinya juga banyak kok! Jadi jangan takut. Asal anda semangat, apa pun bisa berhasil. Jadi semuanya itu bergantung pada diri kita sendiri.

Jadi belajar mandarin itu tidak rugi. Kalau anda berhasil, keuntungan yang anda peroleh banyak. Biar pun susah dan pengorbanannya banyak, tapi hasilnya worth it! 

Justru yang rugi itu adalah kalau anda belajar berhenti di tengah jalan. Makanya, usaha anda jadi tidak worth it. Jangan sampai terjadi hal seperti ini. 

Bagaimana kalau saya sudah tidak sanggup lagi belajar,apa saya masih harus terus?

Anda tidak sanggup lagi belajar atau sesungguhnya anda hanya malas? 

Coba renungkan baik-baik. Banyakkan orang berhenti belajar bukan karena dia tidak sanggup, melainkan karena malas. Malasnya itu yang membuat dia tidak sanggup belajar. 

Kalau anda punya kemauan belajar yang keras, anda pasti bisa mengatasi masalah anda. Biar sudah tidak sanggup lagi , tapi karena kemauan anda yang keras, anda pasti bisa mencari cara dan berusaha untuk tetap bertahan. Karena anda tahu dan yakin, bahwa usaha anda ini pasti worth it.

Jadi sekali lagi penulis tegaskan di sini, bahwa tidak rugi belajar mandarin!


Sumber Gambar: https://sogou.com


********







 

2018-05-24

Belajar Mandarin Buat Kalimat Dengan Kata Suka 喜欢



Buat kalimat dengan kata suka 喜欢 :
Make sentences with Like:


我喜欢你
我喜歡
W
ǒ xǐ huān nǐ
Bacanya:
Wo si huan ni
Saya suka kamu
I like you

我喜欢吃
我喜歡
W
ǒ xǐ huān chī
Bacanya:
Wo si huan che
Saya suka makan
I like eating

我喜欢看电影
我喜歡看電
W
ǒ xǐ huān kàn diàn yíng
Bacanya:
Wo si huan khan tien ying
Saya suka nonton film (bioskop)
I like watching movie (in cinema)

我喜欢买东西
我喜歡買東西
W
ǒ xǐ huān mái dōng xī
Bacanya:Wo si huan mai tung si
Saya suka belanja
I like shopping

我喜欢走走
我喜歡走
W
ǒ xǐ huān zóu zóu
Bacanya:Wo si huan cou cou
Saya suka jalan-jalan
I like  sightseeing

我喜欢看书
我喜歡看
W
ǒ xǐ huān kàn shū
Bacanya:
Wo si huan khan shu
Saya suka membaca buku
I like reading books

我喜欢听歌
我喜歡聽
W
ǒ xǐ huān tīng gē
Bacanya:Wo si huan thing ke
Saya suka mendengarkan lagu
I like listening music

我喜欢睡觉
我喜歡睡
W
ǒ xǐ huān shùi jiào
Bacanya:Wo si huan sui ciao
Saya suka tidur
I like sleeping

我喜欢运动
我喜歡運
W
ǒ xǐ huān yùn dòng
Bacanya:
Wo si huan yun tung
Saya suka olahraga
I like sports

我喜欢学习中文
我喜歡學習中
W
ǒ xǐ huān xúe xí zhōng wén
Bacanya:Wo si huan sie si cung wen
Saya suka belajar mandarin
I like learning mandarin


Sumber Gambar: https://sogou.com


*********


Tanya Jawab Seputar Dunia Penerjemah

 

 
Tulisan-tulisan ini diambil, disarikan dan dikumpulkan dari pertanyaan-pertanyaan seputar dunia penerjemah, kiriman dari anggota dan pembaca di Facebook Fanpage dan di Facebook Group penulis. Semoga bermanfaat !


Diterbitkan oleh Laniwaty Roesli · 23 Mei pukul 22:20

Kali ini admin akan melemparkan sebuah pertanyaan ya. Silahkan diurun-rembug di sini ya. Berikan pendapat anda.Kasus ini sering dialami oleh seorang penerjemah lepas (freelance). 

Kasus 1:
 
Penerjemah mendapat order penerjemahan. Dateline pekerjaan sangat mepet sekali. Dengan kecepatan biasa tak mungkin pekerjaan ini bisa diselesaikan tepat waktu. Solusinya dia harus lembur dan bergadang setiap malam. Estimasi selesai dalam waktu 1 bulan. Tapi dia harus menyelesaikannya dengan bergadang setiap malam selama 1 bulan. Kliennya tidak mau negosiasi waktu & tidak mau tahu. Pokoknya 1 bulan harus selesai. Tarif yg ditawarkan klien cukup murah, beda jauh dengan tarif yang diminta oleh penerjemah. Masalahnya kalau order ini tidak penerjemah ambil, maka dia akan kehilangan pekerjaan ini. Karena klien tidak mau kompromi sama sekali.

Pertanyaannya:
 
Apa sikap dan tindakan anda sebagai penerjemah dalam menghadapi situasi seperti ini? Anda menerima atau menolak pekerjaan ini? Jawaban anda harus disertai dengan alasan ya. 

Thanks buat yang partisipasi.

Jawaban:

pendapat admin sendiri dalam kasus ini ialah :
Jika admin merasa proyek atau job ini masih cukup worth it untuk diterima, dalam arti proyek ini masih memberikan manfaat yang positif buat admin, maka admin akan menerimanya. Akan tetapi, kalau admin merasa proyek ini tidak cukup worth it, tidak bermanfaat atau tidak layak untuk diterima, yah lebih baik admin menolaknya. Jadi intinya, admin akan mempertimbangkan dulu baik buruknya, positif negatifnya lebih dahulu sebelum menerima sebuah proyek. 
 
 
 
 
 
Sumber Gambar: https://sogou.com




********









Tanya Jawab Seputar Mandarin

 

 
 
Tulisan-tulisan ini diambil, disarikan dan dikumpulkan dari pertanyaan-pertanyaan seputar bahasa mandarin kiriman dari pembaca di Facebook Fanpage penulis. Semoga bermanfaat !

Kiriman dari : Dirno
Pada tanggal : 11 Mei 2018 pukul 21:29

ni cai nali...
ni hen mang...
haise ni wang....
mohon bntuannya arti semua kata" itu apa ya


Kamu ada di mana.
Kamu sangat sibuk.

makasih banyak atas kbaikan anda

ok, sama-sama
Haise ni wang... (kata lanjutannya apa? Kalau cuma gini aja gak bisa diartikan

lanjutannya chi klo nda salah

Hai shi ni wang ji artinya: atau kamu lupa
 
 
 
 
 
 
Sumber Gambar: https://sogou.com
 
 
 
 
 
********










2018-05-15

Sebuah Renungan Bekerja Dengan Hati

 
Bicara bekerja dengan hati, kadang timbul perasaan dilematis di dalam hati. 

Kenapa?

Karena prinsip kerja yang satu ini masih populer tidak ya di zaman sekarang ini? Masih banyakkah orang yang menjunjung tinggi prinsip kerja ini? Masih banyakkah anak-anak muda yang menjalankan motto kerja ini? Zaman sudah semakin maju. Semua hal berubah dengan sangat cepatnya. Nilai-nilai kehidupan mulai banyak mengalami pergeseran. Pandangan-pandangan hidup lama sudah banyak ditinggalkan orang. Manusia-manusia  berlomba-lomba mengejar, menyesuaikan diri, menyelaraskan diri dengan perubahan-perubahan yang ada dan nilai-nilai zaman, agar tidak tersingkir dan terlempar dari arena pertarungan hidup. Sepertinya nilai-nilai moral, budaya, pandangan hidup telah berubah, bergeser, berganti mengikuti perkembangan zaman yang baru ini. Hal ini juga mempengaruhi nilai-nilai dan filosofi kerja di zaman sekarang. 

Ilustrasinya begini:

Kita ambil contoh soal pekerjaan misalnya. Kalau orang zaman dulu ditanya soal pekerjaan. Apa pandangan hidup mereka tentang pekerjaan? Mereka akan menjawab begini:

Saya akan berusaha bekerja dengan sebaik mungkin. Saya akan belajar keras agar saya bisa menjadi pekerja yang baik dan trampil. Saya akan merasa malu kalau saya tidak bisa bekerja dengan baik dan benar. Saya rajin mengumpulkan ilmu dan pengalaman, agar saya bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih baik untuk hidup saya. Ini contoh filosofi kerja seorang pekerja di zaman dahulu. 

Lalu bagaimana filosofi kerja seorang pengusaha di zaman dulu? Sama, mereka akan menjawab begini: 

Saya akan memilih pekerja yang paling baik  dan qualified sebagai pegawai saya. Semakin tinggi ketrampilan dan pengalamannya adalah semakin baik. Karena seorang pegawai yang berkualitas dengan pengalaman yang banyak merupakan investasi buat kemajuan perusahaan saya. Saya akan memberikan penawaran imbalan yang paling baik, bila saya berhasil mendapatkan orang yang tepat ini. Saya tidak akan merekrut orang yang tidak qualified, biarpun gaji mereka kecil. Karena pegawai seperti ini tidak akan memberi kemajuan apa-apa untuk perusahaan saya.

Ini adalah contoh nyata  filosofi bekerja menggunakan hati dan filosofi mengelola perusahaan dengan hati. 

Kalau kta bandingkan dengan nilai-nilai di zaman sekarang tentang masalah pekerjaan. Kita akan mendapatkan ilustrasi seperti ini:

Seorang pekerja di zaman sekarang, bila ditanya tentang pekerjaan, kebanyakan mereka akan menjawab begini:

Saya tidak mau bekerja yang pusing-pusing, yang susah-susah, yang ribet-ribet. Buat apa pusing-pusing, toh orang-orang sekarang juga begitu semua. Sekarang zaman modern. Kita harus bisa bekerja dengan pintar. Prinsipnya bekerja sedikit tapi yang gajinya gede. Bikin saja strategi,  kalau perlu main politik di kantor, pakai cara kotor juga tidak apa, yang penting posisi kita aman dan terjamin.

Lalu bagaimana filosofi para pengusaha di zaman sekarang? kebanyakan mereka akan menjawab begini:

Yang paling penting buat saya itu profit. Perusahaan saya mesti untung gede. Semua usaha dikerahkan hanya untuk mengejar profit. Semakin besar profit yang didapatkan semakin bagus buat saya. Saya tidak mau pusing-pusing memikirkan tentang investasi tentang pegawai saya. Saya tidak perduli tentang itu. Pegawai yang saya rekrut itu yang gajinya paling murah yang bisa saya dapatkan. Tidak apa-apa orangnya tidak begitu pintar dan ahli dalam bekerja. Yang penting dia mau dibayar murah dan saya bisa menghemat cost.

Ini adalah contoh nyata filosofi bekerja tidak pakai hati dan filosofi mengelola perusahaan tanpa hati.

Anda bisa bayangkan perbedaannya? Sangat bertolak-belakang bukan?

Saya tidak bilang bahwa semua orang, semua pekerja dan semua pengusaha di zaman sekarang seperti ini. Saya hanya bilang kebanyakan, bukan berarti semuanya seperti ini.

Jadi yang masih mau bekerja dengan hati itu, masih ada tidak di zaman sekarang?

Tentu saja masih ada! Dunia begini luas. Penduduk dunia begitu banyak. Masa tidak ada yang mau bekerja dengan hati? Jadi tenang saja.

Ini sekedar ilustrasi, kenapa di awal tulisan ini, saya bilang bicara tentang bekerja dengan hati merupakan masalah yang dilematis bagi saya.

Lalu apa hubungannya tulisan ini dengan profesi kita sebagai Penerjemah dan Guru?

Oh, kaitannya sangat erat.

Karena seorang penerjemah dan guru yang baik, adalah orang yang selalu bekerja dengan hati. Kalau dia tidak bisa melakukan hal ini, maka dia bukanlah penerjemah dan guru yang baik. 

Makanya, kalau memilih penerjemah dan guru itu hati-hati. Jangan sampai salah memilih. Pilihlah yang masih mau bekerja dengan hati. Karena hasil kerja mereka tidak akan sembarangan. 

Di dalam tulisan saya sebelumnya, saya pernah menulis, kalau mencari penerjemah atau guru, jangan memilih yang tarifnya murahan. Karena ini juga merupakan cerminan dari orang yang tidak bekerja dengan hati. Karena orang yang tidak menghargai  profesinya, dia akan sembarangan juga bekerja dan kebanyakan mereka akan menawarkan tarif yang murah meriah. Bagi mereka yang penting adalah mendapatkan job. Yang lain itu tidaklah penting.

Jadi tunjukkanlah profesionalisme kita sebagai penerjemah dan guru yang baik dan berkualitas. Bagi pengusaha juga, tunjukkanlah profesionalismenya sebagai pengusaha dengan tidak memberikan imbalan yang tidak sewajarnya buat para pekerja dan pemberi jasa anda. 

Walaupun nilai-nilai zaman sudah berubah, akan tetapi nilai-nilai moral, kebaikan dan kebajikan masih tetap relevan dan bekerja di zaman sekarang. Pada akhirnya, yang terbaiklah yang akan mendapatkan penghargaan, apresiasi, pengakuan dan penghormatan dari masyarakat atau khalayak ramai.

Akhir kata, walau nilai-nilai zaman sudah banyak berubah, tetaplah bekerja dengan hati. Karena itulah yang terbaik buat kita.


Sumber Foto: https://sogou.com
 
 
 
********

2018-05-14

Bagaimana Kita Tahu Usaha Kita Sudah Maksimal Dalam Belajar Mandarin

 
Ya, bagaimana kita tahu usaha kita sudah maksimal atau belum dalam belajar mandarin?

Di dalam tulisan penulis sebelumnya, penulis pernah menyinggung tentang cara belajar mandarin yang efektif itu memerlukan usaha yang keras dan konsisten agar bisa berhasil. Dengan kata lain, usaha yang kita lakukan haruslah kencang. Nah, bagaimana cara kita mengukur usaha kita sudah kencang atau belum?

Kencang itu maksudnya maksimal, keras, rajin, berdaya-upaya, gigih, berjuang, konsisten, tidak menyerah, ulet, mati-matian, dan usaha-usaha keras lainnya. 

Caranya mengukurnya mudah. Ilustrasinya begini:

Misalkan kalau kita minum air saat sedang haus. Kita sanggupnya minum berapa gelas sampai hausnya hilang dan kita berasa kenyang? Kalau kita minum segelas, tapi hausnya masih ada, berarti air yang kita minum masih kurang banyak. Lalu airnya kita tambah lagi, terus kita minum lagi segelas. Haus kita sudah hilang, tapi kita masih bisa minum lagi. Airnya kita tambah lagi segelas. Setelah diminum, kita mulai merasa cukup. Tapi kita masih bisa minum. Terus kita minum lagi segelas. Sehabis minum kita mulai merasa kenyang. Lalu kita tambah lagi segelas. Sehabis minum, kita mulai merasa mual karena perut kita sudah kembung air. Kita pun tidak bisa minum lagi, karena kalau dipaksakan, kita akan muntah. Jadi berapa gelas air yang sudah kita minum? 

5 gelas! Kita cuma sanggup minum 5 gelas maksimal. Sekarang kita ganti, air minum itu kita ubah menjadi bahan pelajaran. Aktivitas minum itu kita ubah menjadi aktivitas belajar. Rasa mual kita ganti menjadi rasa jenuh, bosan atau jemu. Sedangkan gelas kita ganti menjadi jam belajar. 

Lalu cara mengukurnya bagaimana?

Gampang. Tinggal kita analisa saja, berapa jam lamanya kita sanggup untuk belajar sampai kita merasa jenuh, bosan atau jemu! Andaikata 5 gelas air itu kita ibaratkan 5 jam pelajaran, maka itu berarti maksimal kita sanggup belajar 5 jam sehari.Tapi kalau kita cuma sanggup belajar 2 jam sudah merasa jenuh, itu berarti kemampuan belajar kita cuma 2 jam sehari. Kemampuan belajar setiap orang tidak sama. Jadi lamanya belajar setiap orang juga berbeda-beda. 

Ilustrasinya begini:

Kalau anda dalam 1 jam belum merasa jemu belajar, anda bisa tambahkan lagi 1 jam. Sudah belajar 2 jam belum merasa jemu, tambahkan lagi 1 jam. Masih belum jemu juga, tambahkan lagi 1 jam. Begitu seterusnya sampai anda merasa jemu baru berhenti. Setelah itu hitunglah berapa peak performance belajar anda. Ada 1 jam, 2 jam, 3 jam, 4 jam atau 5 jam? Jadi peak performance belajar atau lamanya waktu belajar anda bisa diukur dari berapa lama anda belajar sampai merasa jemu. Begitu merasa jemu, hitung lama anda belajar. Itulah batas peak performance anda. Jadi jangan heran jika ada yang peak performance-nya 5 jam. Ada yang 3 jam. Dan ada pula yang cuma 1 jam. Jadi peak performance belajar seseorang bergantung dari seberapa encer otaknya dalam belajar.

Jika anda maksimal sanggup belajar 5 jam sehari, itu berarti 5 jam itu adalah peak performance belajar anda. Jadi anda dibilang sudah melakukan usaha yang "kencang", apabila anda bisa konsisten belajar selama 5 jam sehari secara terus menerus. Tapi bila anda belajarnya tidak bisa konsisten, artinya tidak selalu bisa 5 jam sehari. Misalnya seperti ini: 

Hari pertama bisa belajar 5 jam.
Hari kedua cuma bisa belajar 3 jam.
Hari ketiga cuma dapat 2 jam.
Hari keempat mulai malas, belajarnya cuma 1 jam.
Hari kelima mulai bete, jadi tidak belajar sama sekali.

Nah, ini berarti usaha anda tidaklah kencang. Padahal anda sebenarnya sanggup belajar 5 jam sehari. Tapi anda tidak melakukannya. Anda tidak konsisten. Sebenarnya anda bisa melakukannya, tapi anda tidak mau melakukannya, karena malas atau menuruti perasaan hati yang bete. Padahal anda bisa minum 5 gelas air yang membuktikan, bahwa anda sebenarnya sanggup belajar 5 jam sehari. 

Kalau anda bisa belajar 5 jam sehari secara terus-menerus, berarti usaha anda sudah kencang. Kalau anda terus konsisten melakukannya, anda pasti bisa belajar bahasa mandarin sampai berhasil. 

Jadi anda mengerti sekarang, kenapa banyak orang yang tidak berhasil menguasai bahasa mandarin? 

Ya, karena usaha mereka tidak konsisten dan tidak kencang. Sehingga banyak yang gagal di tengah jalan. Bahkan ada juga yang gagal di awal-awal masa belajar. Jadi berhasil atau gagal sepenuhnya bergantung dari seberapa kencang seseorang itu belajar. Tidak ada alasan lain selain hal ini. Jadi kalau ditanya kenapa gagal, janganlah mencari-cari alasan, bilang ini dan itu, padahal penyebabnya atau sumber kegagalannya ada di dalam dirinya sendiri. 

Bagaimana kalau saat belajar, tiba-tiba kita diserang perasaan jemu, padahal sebenarnya kita masih kepingin belajar?

Tidak apa-apa. Saat anda merasa jemu, anda boleh berhenti sejenak. Coba refreshing sebentar, sampai rasa jemunya hilang. Setelah segar kembali, anda bisa lanjut kembali. 

Ilustrasinya begini:

Batas peak performance anda misalnya 2 jam sehari.
Akan tetapi saat anda selesai belajar 1 jam, tiba-tiba anda diserang rasa jemu. Anda bisa berhenti sejenak sampai rasa jemu tersebut hilang, baru anda belajar lagi. Pokoknya anda harus belajar 1 jam lagi di hari yang sama, supaya genap 2 jam sehari. Asal jangan 1 jamnya dilanjutkan di hari esoknya. Ini tidak kencang namanya. Tapi kalau anda tetap bisa 2 jam, walaupun ada jeda-jeda waktu karena jemu, asalkan tetap dilanjutkan pada hari yang sama dan bisa genap 2 jam perhari, itu masih bisa dikatakan kencang.

Rasa bete atau jemu itu pasti selalu ada selama proses belajar. Ini adalah hal yang wajar. Cara mengakalinya adalah kita bisa istirahat sejenak sampai rasa jemunya hilang, setelah itu baru lanjut kembali. Tidak apa-apa, usaha kita masih bisa dikatakan kencang. Jadi jangan khawatir. 

Demikianlah semoga tulisan ini bisa membantu siapa saja yang ingin belajar bahasa mandarin sampai berhasil. Jangan lupa praktekkan cara-cara yang penulis ajarkan dan cobalah analisa dan ukur kemampuan belajar anda masing-masing melalui cara yang penulis ajarkan di atas. Niscaya kemampuan berbahasa mandarin anda bisa bertambah maju.


Sumber Gambar: https://sogou.com



********