Search This Blog:

Select Language To Translate Articles Here:

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

2018-09-27

Learning Mandarin How To Read Hanyu Pinyin

Hanyu Pinyin

Spelling is a method of how to read a word. All lessons in this book are using Simplified Spelling Method called Hanyu Pinyin Spelling.


How to read Hanyu Pinyin Spelling:

a read a

b
read p

c
read ch

ch
read ch

chi
read che

ci
read che

d
read t

e
read e

er
read el

f
read f

g
read k

h
read h

i read i

ian read ien

ie read ie

ia read ia

iu read iu

j
read c

ju
read ci

jun
read ciun

juan
read cuen

k read kh

l read l

m
read m

n
read n

nü
read ni

o
read u

ou read ou

p
read ph

q
read ch

qi read chi

qu read chi

q ü read chi

qin read chin

que read chue

qun read chiun

quan read chuen
 
r
read r

s
read s

sh
read s

shi
read se

si
read se

se read se

she read se  

shu read su

shun read sun

t
read th

u read u

ü read i

ue read ue

w
read w

x
read s

xi
read si

xie read sie

xue read shie

xu read shi

xun read shin

xuan read shuen

y
read y

ya read ya

yan read yen

yi read yi

yu read yi

yun read yiun

ye read ye

yao read yao

yang read yang

you read you

yong read yung

z
read c

zh
read c

zhi
read ce

zi read ce

zu read cu

zhu read cu

zong read cung

zhong read cung

zhou read cou

zhao read cao

ze read ce

zhe read ce

zhan read can

zhang read cang


 
 

Image Source: https://sogou.com
 
 
 
********

2018-08-01

Tidak Ada Jalan Pintas Dalam Belajar Mandarin

 
Dalam belajar bahasa mandarin, semua orang itu sama. Medianya sama, caranya sama, tempatnya sama. Pakai guru, pakai modul, pakai buku, pakai pelajaran. Keluar biaya, keluar tenaga.  Mesti menghafal, mesti melatih diri, mesti mencatat, mesti bikin latihan, dsb.

Jadi tidak ada yang namanya pakai cara dewa atau cara instan. Semua orang itu sama. Caranya cuma satu, BELAJAR. 

Jadi kalau orang itu tidak mau belajar, maka dia tidak akan bisa-bisa. 

Dan karena tidak bisa pakai cara dewa, maka belajarnya harus pakai cara yang wajar dan nyata, yaitu dengan BELAJAR.

Jadi kalau ada yang bilang, kamu akan mengerti sendiri tanpa perlu belajar, cukup tinggal di luar negeri saja. Jelas itu adalah bohong. Biar kamu tinggal di luar negeri lama, tapi kamu tidak mau belajar, yah tetap saja kamu tidak akan bisa.

Jadi kalau kamu tinggal sudah cukup lama di luar negeri, tapi kamu masih belum bisa bahasa mereka, itu pertanda kamunya yang tidak mau belajar. Atau bisa juga, kamunya sudah belajar, tapi belajarnya tidak serius atau tidak ada yang membimbingmu dengan benar.

Ada pertanyaaan yang sering kita dengar dari orang-orang yang baru mau mulai belajar:
 
Belajarnya berapa lama ya baru bisa?

Kalau dijawab, tiga bulan kamu pasti sudah bisa. Maka orang itu akan senangnya bukan main. Oh, jadi cuma 3 bulan. Berarti cepat, dong!

Akan tetapi kalau dijawab, bisa setahun, dua tahun atau bahkan lebih lama. Maka orang itu akan kaget bukan main. Aduh, lama banget ya!

Nah, dari sini kita bisa melihat, bahwa semua orang itu kepingin cepat bisa dalam waktu yang singkat. Itu bagus! Karena semua orang juga kepingin cepat berhasil. 

Dan dari sini juga terlihat, bahwa orang akan tampak tidak bersemangat atau berkecil hati, jika ternyata butuh proses yang lama. Karena proses itu memang melelahkan dan menjemukan, apalagi kalau lamanya minta ampun.

Akan tetapi, faktanya belajar mandarin itu, kalau mau benar-benar bisa, butuh waktu yang tidak singkat. Prosesnya juga lumayan lama. 

Anda harus tahu faktanya, bahwa kosa kata dalam bahasa mandarin itu ada berapa banyak? Sekitar 6.500 kata dasar dan 50.000 ungkapan, kata majemuk, idiom, peribahasa, dsb.

Jadi kalau ada yang kasih pernyataan 3 bulan kamu sudah bisa. Kamunya jangan girang dulu. Dalam 3 bulan, berapa banyak kosa kata yang bisa kamu hafal dan kuasai? 

100 kosa kata? Berarti dalam 3 bulan kamu hanya bisa 100 kosa kata saja.  Kamu hanya menguasai 100 kosa kata, baik bicara, mendengar, membaca dan menulis. Itu pun kalau kamu ingat semuanya. Kalau kamu lupa-lupa, berarti tidak ada 100 kosa kata. Kalau dalam 3 bulan itu, kamu tidak bisa membaca dan menulis, berarti dalam 3 bulan itu kamu hanya bisa bicara 100 kosa kata itu saja. Tidak lebih.

Jadi kalau ada yang bilang 3 bulan kamu pasti bisa, bisanya itu yah seperti ilustrasi di atas. Jadi jangan kamu berpikir, dalam 3 bulan itu kamu sudah bisa menguasai keseluruhan 6.500 kata dasar dan 50.000 ungkapan tersebut.

Kita belajarnya juga harus kritis dan realistis. Kritis dalam arti, kita harus tahu apa yang kita pelajari. Realistis dalam arti, kita menyadari bahwa keberhasilan belajar itu ditentukan oleh proses yang kita lalui, yaitu waktu, usaha, niat, ketekunan, keseriusan dan kencang tidaknya kita belajar.

Yang penulis tekankan di sini adalah PROSES ! 

Kenapa proses di sini adalah teramat penting?

Jelas. Karena proseslah yang menentukan keberhasilan atau kesuksesan kita dalam belajar.

Kamu menghargai proses tidak? Kamu mau kerja keras tidak? Kamu mau usaha tidak? 

Belajarlah dengan sabar, setahap demi setahap. Jangan ingin cepat-cepat bisa. Karena belajar mandarin itu memang tidak bisa cepat-cepat. Tidak ada yang instan dalam belajar. Jadi tidak ada jalan pintas. 

Jangan percaya janji-janji, bahwa dalam waktu yang singkat, kamu pasti bisa. Jangan tertipu. Memangnya kamu juga bisa secepat itu memahaminya? 

Jadi berapa lama sebenarnya saya baru bisa menguasai bahasa mandarin?

Jawabannya adalah tergantung!

Tergantung apa?

  • Tergantung berapa lama kamu belajarnya.
  • Tergantung seberapa kencang kamu belajarnya.
  • Tergantung seberapa banyak kosa kata yang bisa kamu hafal dan kuasai.
  • Tergantung bakat kamu.
  • Tergantung otak dan kemampuan kamu. 
  • Tergantung usaha dan ketekunan kamu.

Jadi siapa pun tidak ada yang tahu jawaban pastinya. Semuanya tergantung diri kamu sendiri. 

Kamunya mau belajar berapa lama, sebanyak itulah kosa kata yang bisa kamu kuasai.

Jadi kamu jangan bertanya sama guru kamu, berapa lama kamu baru bisa.

Nah, sekarang kamu sudah tahu jawabannya. 

Tinggal sekarang usaha kamu.

Ingat ya, sekali lagi, tidak ada jalan pintas!

Selamat belajar! 
 
 
 
Sumber Foto: https://sogou.com


 
********









 

2018-07-30

Penerjemah Profesi Yang Masih Disepelekan


Menjadi penerjemah itu tidak gampang. Menjadi penerjemah itu butuh bakat. Menjadi penerjemah itu butuh keahlian khusus yang tidak semua orang bisa miliki. Menjadi penerjemah itu tidak sekedar mengalihkan bahasa. Menjadi penerjemah itu butuh ketekunan. Menjadi penerjemah itu butuh kesabaran yang tinggi. Apalagi mau menjadi penerjemah yang baik dan profesional lebih susah lagi. Syaratnya lebih banyak dan lebih sulit. Menjadi penerjemah itu perlu belajar terus-menerus. Yang tidak suka belajar, jangan harap bisa menjadi penerjemah yang baik. Banyak yang mau coba belajar, akan tetapi di tengah jalan sudah bosan atau menyerah. Jadi memang jadi penerjemah itu susah.

Kesimpulannya adalah tidak semua orang bisa menjadi penerjemah, walaupun punya niat !

Belajar untuk menjadi penerjemah itu juga butuh effort yang tinggi. Berdasarkan pengalaman penulis selama menjadi penerjemah dokumen, penerjemah adalah satu-satunya profesi yang punya kesempatan untuk bisa mempelajari semua bidang ilmu secara luas. 

Menjadi penerjemah dokumen, membuka kesempatan kita untuk mempelajari semua bidang ilmu secara spesifik. Dokumen yang kita terjemahkan bersumber dari berbagai bidang ilmu. Ada bisnis, pertambangan, power plant, akuntansi, keuangan, medikal, agama, film, game, buku fiksi, perkapalan, dsb. Misalnya kalau kita sedang menerjemahkan dokumen bisnis, sekalian juga kita bisa belajar tentang bisnis dan istilahnya. Demikian juga misalnya kalau kita menerjemahkan dokumen pertambangan, kita juga sekalian bisa memahami seluk beluk tentang pertambangan dan istilahnya. 

Kesimpulannya, profesi penerjemah itu kaya akan ilmu, loh. Itu kalau profesi ini benar-benar ditekuni dengan serius.

Jadi menjadi penerjemah itu adalah sebuah kebanggaan. Makanya, sebagai penerjemah kita harus menghargai profesi kita. Profesi kita bukan profesi sembarangan yang bisa disepelekan begitu saja. Selayaknya kita menghormati dan menghargai profesi kita. Orang lain saja mau menjadi penerjemah juga belum tentu bisa. Masa kita yang sudah jadi penerjemah meremehkan profesi kita sendiri?

Ironisnya, di kalangan para penerjemah sendiri ada juga yang masih tidak merespek profesinya sendiri. Hal ini dibuktikan dengan sikapnya dan  tindakannya yang cenderung mencoreng reputasinya sendiri serta mencemarkan citra terhormat dari seorang penerjemah. 

Contohnya seperti apa?

Banyak ! 

Mengenakan tarif penerjemahan yang  super murah meriah demi menarik klien. Menerima job murah dengan mengejar target penerjemahan dengan bergadang setiap malam. Mengiyakan target waktu penerjemahan yang tidak wajar dan tidak manusiawi demi uang. Merayu klien dengan iming-iming waktu penyelesaian yang super cepat tapi dengan kualitas penerjemahan yang super buruk. Tidak perduli dengan kualitas penerjemahan, yang penting banyak klien. Membagi-bagikan pekerjaan kepada rekan penerjemah yang lain demi mengejar target, sehingga didapat hasil berupa satu dokumen lima otak!

Apa yang dimaksud dengan satu dokumen lima otak?

Ilustrasinya begini:

Karena waktu yang mepet, pekerjaan itu dibagikan kepada 5 orang penerjemah untuk mengerjakannya. 5 orang mengerjakan 1 dokumen. 5 orang berarti 5 otak. 5 orang penerjemah dengan otak dan tingkat keahlian yang berbeda-beda, dengan integritas yang berbeda pula, mengerjakan 1 dokumen yang sama. Jadi kalau ada 1 orang yang pintar, 1 orang yang lumayan pintar dan 2 orang yang bodoh. Anda bisa bayangkan, hasil terjemahan seperti apa yang bisa diperoleh? 5 orang penerjemah dengan 5 istilah yang berbeda untuk 1 kata. Padahal katanya cuma satu, tapi istilahnya bisa ada 5. Karena dokumen itu dikerjakan oleh 5 orang ! Mana mungkin sama istilahnya!

Kalau anda menjadi klien dari penerjemah itu, bingung tidak anda membaca hasil terjemahan dari dokumen anda? Pasti anda bingung. Sekali baca saja, sudah ketahuan pekerjaan itu dikerjakan secara keroyokan. Karena target yang mepet, hasil terjemahan itu tidak ada editing lagi. Seharusnya mesti disunting dulu, kalau mau baik hasilnya. Tapi karena waktunya mepet, bagaimana mau disunting? Lagipula siapa yang mau menyunting? Tidak ada! 5 orang penerjemah itu hanya bertanggungjawab atas hasil penerjemahannya masing-masing. Siapa yang perduli hasil terjemahan orang lain?

Kalau hasil terjemahannya seperti itu, apakah klien itu masih mau memberi pekerjaan lagi? 

Jelas tidak! 

Bagaimana dengan reputasi para penerjemah itu? 

Jelas, di mata klien buruk image-nya!

Akan tetapi para penerjemah itu tidak perduli, karena bagi mereka yang penting mereka bisa mendapat job dan uang. Lain-lainnya itu tidak penting! 

Inilah yang penulis maksud dengan satu dokumen lima otak. Paham?

Sikap dan tindakan seperti inilah yang akan mencoreng citra terhormat dari seorang penerjemah. Seorang penerjemah yang baik dan profesional tidak akan melakukan hal seperti ini. Yang mau berbuat seperti ini adalah penerjemah yang tidak menghargai profesinya. Istilahnya penerjemah abal-abal. 

Sayang sekali, di dunia ini banyak penerjemah abal-abal yang seperti ini !

Inilah salah satu sebab kenapa sampai sekarang profesi penerjemah masih banyak disepelekan orang. Jangankan orang awam, si penerjemah sendiri meremehkan profesinya sendiri. Jadi bagaimana orang lain bisa menghargai anda, kalau anda sendiri tidak menghormati dan menghargai profesi anda!

Sebab lain masih banyak, kenapa profesi penerjemah masih belum dihargai dengan selayaknya. Selain kelakuan para penerjemah abal-abal yang merusak citra penerjemah, di masyarakat kita sendiri juga masih banyak yang menganggap, bahwa profesi penerjemah itu kerjanya hanya sekedar mengalihkan kata-kata saja. Jadi di mata mereka, menerjemah itu bukanlah pekerjaan yang sulit-sulit amat. Bahkan anggapan mereka, di google translate saja juga bisa kok. Yah, itu anggapan masyarakat awam yang kurang mengerti tentang seluk-beluk pekerjaan penerjemah. 

Padahal pekerjaan penerjemah itu sebenarnya bukanlah sekedar mengalihkan arti dari kata-kata saja, melainkan yang tepat sebenarnya adalah menerjemahkan dan menyampaikan arti, maksud dan isi dari sebuah dokumen dengan mengalihkannya ke dalam bahasa yang lain secara benar dan tepat, agar si pembaca bisa memahami apa isi dari dokumen yang diterjemahkan itu. Jadi bukan sekedar mengalihkan arti dari kata-kata saja. 

Jadi inilah tugas dan fungsi dari seorang penerjemah. Dia harus bisa menyampaikan maksud dan isi dari dokumen itu secara tepat dan akurat lewat hasil penerjemahannya itu. Kalau dia tidak bisa menerjemahkannya secara akurat dan tepat, maka dia bukanlah seorang penerjemah yang baik.

Jadi sulit tidak menjadi seorang penerjemah yang baik?

Sulit !

Yang bilang itu gampang, pasti dia penerjemah abal-abal. Karena penerjemah abal-abal itu bekerja tidak pakai riset. Mereka tidak mau bersusah payah menghabiskan waktu mereka untuk riset mencari mana istilah-istilah yang tepat untuk pekerjaannya. Karena untuk melakukan itu, perlu waktu yang tidak sedikit. Kalau pekerjaannya lama, mereka takut ditolak oleh klien dan takut tidak mendapat uang. Jadi ujung-ujungnya uang lagi...uang lagi....! 

Sampai sekarang persepsi masyarakat kita masih banyak yang seperti ini. Jadi biar ada daya upaya untuk mengangkat harkat dan martabat penerjemah, akan tetapi hasilnya masih belum terasa dan tampak.

Sedih juga melihat kondisi seperti ini. Tapi yah apa boleh buat, memang keadaannya seperti ini sekarang. 

Yang bisa penulis lakukan hanyalah berusaha bekerja dengan sebaik mungkin, berusaha menjaga reputasi dan nama baik, berusaha meyakinkan perusahaan bahwa dengan target waktu dan tarif yang wajar, mereka bisa mendapatkan hasil penerjemahan yang baik dan berkualitas. Penulis berusaha menunjukkan dan membuktikan bahwa profesi penerjemah adalah profesi yang layak untuk dihormati, dihargai dan tidak boleh disepelekan begitu saja. Hanya ini yang bisa penulis lakukan.

Penulis hanya bisa menghimbau kepada semua rekan penerjemah. Bekerjalah dengan integritas dan tunjukkanlah kepada klien dan perusahaan, bahwa kita bukanlah penerjemah yang boleh disepelekan. Hanya dengan cara ini, mungkin suatu saat profesi penerjemah bisa naik ke tingkat yang lebih terhormat. Bisa dihargai dengan selayaknya seperti misalnya, profesi dokter, pengacara, konsultan, geologist, pilot pesawat, CFO, CEO dan profesi-profesi lainnya yang lebih dihargai di masyarakat. 

Dengan fenomena seperti ini,  wajar saja sekarang banyak juga penerjemah yang punya profesi lain. Misalnya, bekerja di perusahaan sembari menyambi sebagai penerjemah. Menurut penulis, hal ini sah-sah saja. Penulis sendiri mendukung upaya seperti ini. Kenapa tidak? Selagi profesi penerjemah belum mendapatkan tempat yang layak di masyarakat, kenapa tidak mencoba profesi  yang lain, kalau mampu?  

Banyak yang bisa dilakukan oleh penerjemah. Selain bisa bekerja di perusahaan, penerjemah juga bisa mengajar, mendirikan sekolah atau kursus, menulis buku sesuai dengan keahliannya, menjadi dosen, bahkan menjadi pengusaha kecil-kecilan. Apa pun bisa dicoba dan digeluti asalkan positif. Akan tetapi, ingatlah tetap menjadi penerjemah yang baik, profesional dan berintegritas !

Penulis percaya, di masyarakat kita masih banyak penerjemah-penerjemah yang baik dan berintegritas. Penulis juga yakin, bahwa suatu saat fenomena ini bisa berubah. Karena zaman juga terus-menerus berubah. Penulis percaya, walau bagaimana pun, yang akan tetap dipakai terus adalah orang yang senantiasa menjunjung integritas dalam bekerja.

Selamat berjuang para penerjemah !



Sumber Gambar: https://sogou.com
 
 
 
********

2018-07-28

Bagaimana Memilih Media Pembelajaran Bahasa Mandarin Yang Paling Tepat

 
Sekarang media pembelajaran bahasa mandarin kian banyak dan beragam. Kalau dulu orang belajar bahasa mandarin hanya lewat bantuan guru. Belajarnya bisa di sekolah, les privat, bimbingan belajar, tempat kursus dan perguruan tinggi. Sekarang zaman sudah semakin maju. Ilmu pengetahuan semakin berkembang. Teknologi juga semakin canggih. Tidak mengherankan kalau sekarang media pembelajaran bahasa mandarin juga semakin banyak dan beragam. Zaman sekarang banyak orang belajar lewat media internet (modul berbentuk video,blog tutorial, upload postingan di sosial media, les online, dsb.).

Bagi yang ingin belajar bahasa mandarin tentu ingin memilih media belajar yang terbaik, di mana dia bisa mendapatkan manfaat yang optimal. Lantas bagaimana cara mendapatkan manfaat yang optimal itu? Tentu saja kita harus pandai menentukan pilihan mana yang paling tepat untuk kita. 

Akan tetapi, karena awam, banyak yang bingung media mana yang harus dia pilih untuk mendapatkan manfaat yang optimal.

Untuk itulah penulis membuat tulisan ini. Diharapkan setelah membaca tulisan ini, para pelajar bahasa mandarin sudah bisa menentukan pilihannya, sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan yang mereka miliki.

Pilihlah:

Perguruan Tinggi, jika Anda:
  • Ingin berkarir di bidang bahasa mandarin (misalnya ingin menjadi Penerjemah, Guru, Sekretaris/PA, Ekspor-Impor, Purchasing, dsb di perusahaan yang menggunakan  bahasa mandarin dalam aktivitasnya sehari-hari).
  • Benar-benar serius untuk menekuni bahasa mandarin demi sebuah target tertentu, terlepas dari mau berkarir atau tidak.
  • Memiliki dan sanggup mengeluarkan dana besar untuk belajar. 
  • Mementingkan ijasah/diploma/sertifikat bahasa mandarin. 
  • Ingin mendapatkan gelar di bidang ini.
  • Orang yang tekun belajar dan siap bekerja keras serta rela berkorban untuk mencapai cita-cita.
  • Tidak bisa belajar sendiri.
Tempat kursus, jika anda: 
  • Motivasi belajar bukan untuk berkarir
  • Tidak ada target tertentu dalam belajar (belajar dengan santai).
  • Memiliki dana yang terbatas untuk belajar.
  • Ijasah/sertifikat boleh ada boleh tidak (tidak penting).
  • Tidak mementingkan gelar.
  • Bukan orang yang tekun dalam belajar.
  • Tidak bisa belajar sendiri.
Les Privat (offline/online) atau Bimbingan Belajar, jika anda:
  • Motivasi belajar bukan untuk berkarir.
  • Tidak ada target tertentu dalam belajar (belajar dengan santai).
  • Memiliki dana yang terbatas untuk belajar.
  • Tidak perduli ijasah/sertifikat.
  • Tidak perduli gelar.
  • Bukan orang yang tekun dalam belajar.
  • Tidak bisa belajar sendiri.
  • Ingin belajar dengan dibimbing secara eksklusif.
Internet (sosial media, youtube atau Blog), jika anda: 
  • Motivasi belajar bukan untuk berkarir.
  • Tidak ada target tertentu dalam belajar (belajar dengan santai).
  • Tidak punya dana sama sekali untuk belajar (Hanya sanggup belajar gratis).
  • Tidak perduli ijasah/sertifikat.
  • Tidak perduli gelar.
  • Bisa orang yang tekun belajar, bisa juga tidak.
  • Bisa belajar sendiri tanpa guru. 
  • Tidak punya waktu belajar yang tetap/terikat (hanya bisa belajar dengan  waktu yang fleksibel).
Anda bisa belajar melalui media apa saja. Anda bisa sukses belajar lewat media apa pun, asal anda belajarnya kencang!

Keberhasilan anda dalam belajar bukan ditentukan oleh jenis media yang anda pilih, ada tidaknya ijasah, ada tidaknya gelar, berapa banyak biaya yang anda keluarkan, lamanya anda belajar, reputasi dari tempat belajar anda, cakap tidaknya guru yang membimbing atau modul pelajaran yang anda ikuti, melainkan bergantung pada diri anda sendiri, yaitu keseriusan, usaha dan ketekunan anda.

Jadi jangan heran, kalau anda gagal karena usaha anda tidak kencang! Di dalam tulisan-tulisan penulis sebelumnya, penulis sudah sering mengingatkan tentang hal ini. Jadi harap diperhatikan ekstra keras soal ini!

Semoga tulisan ini bisa membantu anda semua dalam memilih media pembelajaran yang cocok untuk anda masing-masing. Anda bisa pertimbangkan mana yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan anda. 

Tapi media hanyalah media. Andalah pemeran utamanya!

Selamat belajar!
 
 
 
Sumber Gambar: https://sogou.com



********